Terpilih Aklamasi, Risma Resmi Jabat Presiden UCLG ASPAC

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi menjabat sebagai Presiden United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Risma terpilih secara aklamasi dalam Kongres ke-7 UCLG-ASPAC 2018 di Dyandra Convention Centre, Surabaya, kemarin.

Terpilih menggantikan Presiden UCLG ASPAC sebelumnya, Won Hee-ryong (Gubernur Jeju, Korsel), sebagai langkah awal, Risma akan mulai menyusun serangkaian program pembangunan kota negara Asia Pasifik pada rapat anggota pertamanya Oktober mendatang di Korea Utara.

Namun sebelumnya, walikota perempuan pertama di Surabaya itu juga akan melakukan sejumlah agenda kunjungan keluar negeri. Di antaranya, sebagai pembicara di dalam pertemuan PBB di Vienna Austria, serta berkunjung ke Nairobi Kenya juga sebagai pembicara.

Risma tidak menyebut secara rinci apa dan bagaimana programnya. Dia hanya menjelaskan, sudah menyiapkan sejumlah program sebagai solusi atas beberapa permasalahan yang ditemui.

Dia akan memaparkan programnya itu, pada rapat anggota Pemerintah Kota dan Daerah se-Asia Pasifik di Korea Utara. Pertama, ia akan memaparkan soal perubahan iklim (climate change) yang berkaitan dengan pemanasan global dan pembangunan sumber daya manusia.

“Pada akhir masa jabatan (sebagai Wali Kota Surabaya), saya ingin berbagi dengan kota di negara lain. Terutama dampak global warming. Karena beberapa kota di Asia Pasifik ini rentan terhadap itu,” jelas Risma.

“Saya juga akan berbagi pengalaman menciptakan kota ramah anak. Karena ada beberapa wilayah kota di negara anggota UCLG ASPAC yang masih rawan tindak trafficking,” kata Risma.

Dia menambahkan, mengembangkan; memajukan dan mengelola kota butuh waktu lama, karena tiap kota punya kondisi dan permasalahannya masing-masing. Terutama soal wilayah kota dengan kasus human trafficking dan tingkat kemiskinan yang tinggi.

Oleh sebab itu, butuh penanganan dan peran langsung dari pemerintah kota masing-masing negara. “Jadi, enggak bisa saya beri solusi pada semua masalah. Lha saya ngurus Surabaya saja 8 tahun,” ujarnya.

Sekadar informasi, setelah menyelesaikan agenda pemilihan Presiden pada pukul 17.30 WIB sore kemarin, peserta kongres diajak melihat suasana Kota Pahlawan dengan menaiki perahu. Sebelumnya para peserta itu menaiki becak hias sambil dikawal rombongan jeep tua dari depan Dyandra Convention Hall.

Ada dua titik keberangkatan menyusuri sungai kalimas yaitu dari dermaga Monumen Kapal Selam dan Taman Prestasi di Jalan Ketabang Kali.

Mereka menyusuri Sungai Kalimas sampai di Jembatan dekat Jalan Tunjungan, yang kemudian menikmati suasana Mlaku-mlaku nang Tunjungan. Agendanya, menikmati kuliner Surabaya sambil ditemani berbagai pertujukan seni budaya.

Sementara itu, Sekjen UCLG ASPAC, Bernardia Irawati menyatakan optimismenya atas terpilihnya Risma. Menurutnya, kinerja Risma di Surabaya sudah terbukti baik.

“Kota Surabaya yang dulu kotor dan panas sekarang sudah hijau. Selain itu, Surabaya selama kepemimpinan Risma banyak meraih penghargaan,” kata Bernardia.

Selain itu, apa yang sudah diterapkan di Surabaya juga dapat diterapkan di banyak kota. Padahal APBD Surabaya juga terbatas, tapi tetap bisa berinovasi dan berkreasi.

“Nah, itu tantangannya. Karena kunci kekuatan kota juga ada partisipasi dari masyatakatnya,” tuturnya. (goek)