Tari Gandrung dan Kawah Ijen Banyuwangi Marakkan Piala Dunia 2018

BANYUWANGI – Indonesia memang tidak tampil di Piala Dunia Rusia 2018. Namun, bukan berarti Indonesia tak punya wakil di Rusia.

Selama berlangsungnya ajang kompetisi Piala Dunia, ada para penari gandrung dan Kawah Ijen Banyuwangi ikut ”tampil”. Foto-foto tarian khas dan destinasi alam andalan Banyuwangi itu menghiasi bus-bus di kota Moscow dan St. Petersburg.

Penari Gandrung digambarkan sedang menari berlatarkan pantai berpasir putih, sedangkan Kawah Ijen, mengandalkan fenomena api biru (blue flame). Foto-foto itu pun viral di media sosial.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI yang mendorong dua obyek wisata itu di Rusia.

Anas mengatakan, anggaran promosi memang bukan dari APBD karena langsung ditangani Kementerian Pariwisata. Apresiasi itu muncul karena Banyuwangi menyabet gelar juara dunia kebijakan pariwisata dari Badan Pariwisata PBB pada 2016.

Menurutnya, ini merupakan upaya promosi Banyuwangi. Dia menilai upaya ini efektif karena mata dunia sedang tertuju ke Rusia.

“Para suporter dari 32 negara peserta Piala Dunia dan pencinta bola dari seluruh dunia berdatangan ke sana. Jadi dalam sekali promosi bisa menyasar banyak negara sekaligus,” kata Anas, kemarin.

Dorongan promosi dari Kementerian Pariwisata tersebut, jelas Anas, menjadi penyemangat bagi Banyuwangi untuk terus berbenah.

Dia menambahkan, promosi menggunakan media iklan di bus-bus di Rusia tersebut bakal berlangsung hingga awal Agustus. Anas berharap, strategi ini bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi.

Selama ini, sebutnya, mayoritas turis dari Eropa yang ke Banyuwangi adalah warga Prancis. Pihaknya menganggap hal itu wajar karena memang Gunung Ijen sempat jadi beberapa konten film di sana.

“Nah dengan promosi ini, semoga turis-turis dari negara lain banyak datang untuk mengejar target kami mendatangkan 175.000 wisman pada 2019,” harapnya. (goek)