Targetkan Jokowi-Ma’ruf Menang Minimal 60 %, PDIP Probolinggo Solidkan Barisan

PROBOLINGGO – PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo mensolidkan barisan untuk memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko mengatakan pihaknya terus melakukan upaya konsolidasi dalam memenangkan pemilu tahun ini.

“Untuk Pilpres 2019, kami menargetkan kemenangan minimal 60 persen untuk Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Timbul Prihanjoko dalam Rakorcab Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 di kantor  DPC PDIP, di Jalan Raya Dringu Kabupaten Probolinggo, Sabtu (26/1/2019).

Untuk bisa memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, pihaknya melakukan upaya konsolidasi semua pengurus baik di tingkat DPC, PAC dan Ranting yang ada di seluruh desa serta calon legislatif.

“Kami meyakini untuk Jokowi- Ma’ruf Amin bisa menjadi pemenang di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sedangkan untuk pileg DPRD Kabupaten Probolinggo menargetkan perolehan sebanyak 7 kursi,” ujarnya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang hadir dalam acara itu berharap agar Jokowi-Ma’ruf Amin bisa menjadi pemenang termasuk di Kabupaten Probolinggo.

“Kami harapkan semua pihak baik pengurus maupun caleg bisa bekerjasama agar Pak Jokowi bisa menang,” kata Hasto.

Kehadiran Hasto dan rombongan DPP PDIP di Rakorcab itu bagian dari rangkaian Safari Kebangsaan ke-6 di wilayah Tapal Kuda. Saat di Probolinggo, rombongan Safari Kebangsaan PDIP juga menyambangi Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani.

Rombongan Safari Kebangsaan ke-6 di antaranya Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, jajaran pengurus PDIP Jawa Timur, dan Tim KH Ma’ruf Amin, Habib Sholeh Almuhdar. Saat tiba Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani, mereka disambut Pengasuh Ponpes KH Hafidz Aminuddin.

“Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan salam buat santriwan dan santriwati,” ujar Hasto yang disambut teriakan gembira para santri.

Dalam kesempatan itu, Hasto bercerita soal bagaimana Bung Karno dan Islam. Di beberapa karya buku, Bung Karno disebut sebagai santri yang menjalankan salat lima waktu.

Di Uni Soviet, Bung Karno yang meminta negara itu mencari makam Imam Al Bukhori yang bertahan hingga kini. Bung Karno juga yang mendorong supaya Mesjid Biru di Rusia kini bisa ada. “Semangat Nasionalisme Islam dan Islam Nasionalisme tak bisa dipisahkan. Semuanya bersatu membawa kebaikan. Semangat itu pula yang kami bawakan. Kami mohon bimbingan kiai,” kata Hasto. (goek)