Target Tim Jokowi-JK Jatim Terpenuhi

Tim Pemenangan-Tim PDIP JatimSURABAYA – Target kemenangan 60% yang dipatok tim pemenangan Jokowi -Jusuf Kalla di Jawa Timur nampaknya terpenuhi. Dalam konferensi pers yang digelar di Data Center Jokowi-JK Jawa Timur Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (9/7/2014) sore, tim memastikan perolehan real quick count, pasangan Jokowi-JK unggul dengan persentase 59,46%.

Sementara, pasangan Prabowo-Hatta Radjasa memperoleh 40,54%. Hasil ini diperoleh saat tingkat kehadiran pemilih 74,3% dari 15% suara masuk di server data centre Jokowi-JK jawa timur.

LO KPU Tim Jokowi-JK Didik Prasetiyono mengatakan, perolehan Jatim di atas rata-rata quick count nasional. “Jawa Timur bangga dapat menyumbang secara signifikan terhadap perolehan suara Jokowi-JK secara nasional,” kata Didik Prasetiyono, dalam konferensi pers yang dihadiri Ketua Tim Kampanye Jokowi-JK Jawa Timur Kusnadi, dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sirmadji Tj.

Hasil hitung cepat nyata ini berasal dari laporan para saksi di TPS. “Dari seluruh TPS di Jatim, kami mengcover 64 persennya,” kata Didik.

Para saksi ini dibekali dengan HP yang bisa mengirim pesan pendek dan sekaligus memotret hasil di TPS, kemudian mengirimkannya ke server khusus yang sudah disiapkan. “Hanya nomor telepon saksi yang sudah terdaftar yang bisa memasukkan data ke server, jadi sangat aman,” tambah dia.

Dengan metode ini, Didik memastikan akan sulit mengejar kemenangan Jokowi-JK karena selisihnya tak akan lebih dari 1 hingga 1,5%. “Ini data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan secara statistik. Kami ambil sampling dengan metode khusus. Dan yakin, ke depan seiring dengan perkembangan data yang masuk, data ini tidak akan berubah banyak, akan cenderung konstan,” jelasnya.

Sementara, Kusnadi menyampaikan apresiasinya atas kemenangan Jokowi-JK dari hasil hitung cepat timnya. Kemenangan Jokowi-JK di Jatim, menurut Kusnadi, karena tim Jokowi-JK bekerja secara optimal baik mesin partai koalisi maupun mesin relawan.

“Semua saling mengisi pola gerak capaian suara hingga dapat meraih 59,46%. Ini hasil kerja yang layak kita apresiasi, semoga bisa mengantarkan Pak Jokowi dan Pak JK menjadi presiden Republik Indonesia ke 7,” ucapnya.

Dari 38 Kota Kabupaten di Jawa Timur perolehan tertinggi Jokowi-JK diperoleh di Kabupaten Malang (67,3%), Kabupaten Mojokerto (65,49%), Kota Kediri (65,05%), Kabupaten Blitar (63,92%), Kota Surabaya (62,21%), Kota Batu (62,99%), Kab Banyuwangi (61,91%), Kab Nganjuk (62,28%), dan Kota Mojokerto (60%).

Tingkat kehadiran pemilih yang cukup tinggi juga menguntungkan pasangan Jokowi-JK meskipun pada praktiknya pemilih tidak terakomodasi untuk memilih di berbagai tempat juga cukup tinggi, baik karena tidak bisa digunakannya A5 maupun karena tidak terbitnya surat domisili dari Desa/Kelurahan karena alasan teknis dan kurangnya sosialisasi KPU.

“Pada akhirnya, Tim Kampanye Provinsi Jokowi-JK akan menjaga kemenangan ini hingga rekapitulasi sampai tingkat nasional. Akan dilakukan upaya antisipasi terhadap kemungkinan perubahan-perubahan nilai angka rekapitulasi pasca di TPS,” kata Sirmadji saat memberikan pidato kemenangannnya.

Menurutnya, keberhasilan ini adalah perjuangan rakyat. “Terimakasih pada seluruh elemen rakyat, kawan-kawan relawan, kader, dan tim yang dengan dukungan yang pas-pasan tetap bisa sabar berjuang,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan agar para pendukung Jokowi-JK tidak berpuas diri dulu karena hasil ini masih harus dikawal hingga ditetapkan KPU. Selain itu, kata Sirmadji, seluruh elemen juga harus menyiapkan diri untuk mengawal pemerintahan Jokowi-JK nantinya bila terpilih dan dilantik sebagai presiden-wakil presiden Republik Indonesia 2014-2019.

“Kita tidak boleh terlena, kita kawal sampai kemenangan itu benar-benar di tangan kita secara defacto maupun de jure,” pungkas Sirmadji. (sa)