Tarètan Ngoḍa Sumenep Sosialisasikan Jokowi

Taretan Ngoda Jokowi SumenepSUMENEP– Relawan Jokowi-JK yang tergabung dalam Tarètan Ngoḍâ Jokowi Sumenep melakukan sosialisasi tentang visi-misi Jokowi-JK pada masyarakat. Relawan yang merupakan gabungan organisasi kepemudaan seperti Komunitas Mata Desa, Opera, Jurnalis Muda untuk Perubahan Desa, dan lainnya membagikan kaos, pamphlet, tabloid Obor Rahmatan Lil’alamin dan stiker.

Koordinator Tarètan Ngoḍâ Jokowi, Mohamad Anwar di sekretariat Tarètan Ngoḍâ Jokowi, Jalan Palebunan, Karang Anyar mengungkapkan, bahwa sosialisasi visi-misi pasangan capres-cawapres H. Ir. Joko Widodo-H.M. Jusuf Kalla ini dilakukan semata-mata karena panggilan hati untuk menjadi bagian dari perubahan.

“Kami anak-anak muda bergerak dan bekerja dengan ide dan kreativitas. Tarètan Ngoḍâ Jokowi merupakan kumpulan anak-anak muda yang rindu perubahan. Yang menginginkan negara ini dikelola dengan paradigma kesejahteraan, “ jelas Anwar, Kamis (3/7/2014).

Di bawah terik siang yang menyengat, Anwar menambahkan sosialisasi yang dilakukannya untuk memastikan bahwa masyarakat benar-benar sudah tahu tentang sosok pasangan Jokowi-JK. Menurutnya, dengan sosialisasi ini masyarakat dapat menentukan dan menetapkan pilihannya secara rasional dan jernih.

“Kami lakukan sosialisasi ini sudah berulang. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat ini tahu tentang Jokowi dengan jelas. Bukan karena isu atau berita yang tidak jelas, “ tandas Anwar sambil membagikan kaos pada yang berlalu lalang di Jalan Palebunan.

Tarètan Ngoḍâ Jokowi ini tidak hanya sekadar membagikan peraga kampanye, mereka juga menjelaskan pada masyarakat tentang berbagai isu miring mengenai Jokowi. Koordinator Forum Masyarakat Santri (FMS), Moh. Aswat Al-Arfani yang tergabung dalam Tarètan Ngoḍâ, mengungkapkan bahwa banyak isu miring yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-JK.

“Kita sudah miris mengikuti berbagai isu yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Isu sudah mengarah ke fitnah. Padahal fitnah itu lebih kejam dari membunuh, “ ujar Aswat.

Menurut Aswat, dalam memilih pemimpin hendaknya tidak dasarkan pada isu atau fitnah yang tidak jelas. Jejak rekam pemimpin harus ditelusuri dengan jelas. Diberitakan dengan gamblang. “Bukan menggiring masyarakat dengan isu miring. Mau jadi pemimpin seperti apa kalau berbagai cara dihalalkan, “ tegas Aswat.

Disinggung tentang dukungannya pada Jokowi, Aswat mengungkapkan bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin yang bisa mengajak dengan contoh. Bukan dengan slogan, apalagi teriakan caci-maki.

“Jokowi adalah seorang calon presiden yang sederhana, dan santun dalam perilakunya. Ini merupakan pemimpin yang dapat dijadikan contoh untuk masyarakat santri, “ pungkas Aswat. (set)