Tantangan Baru UKM Surabaya, Bersaing di Pasar Dunia

pdip jatim - risma resmikan sentra pkl merrSURABAYA – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Surabaya dapat ‘tantangan’ bersaing di pasar dunia. Tidak hanya dituntut bisa lebih mandiri, namun produk UKM juga diharapkan punya daya saing sehingga siap menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang.

Harapan ini disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini saat meresmikan sentra UKM khusus wisatawan mancanegara (wisman) di Middle East Ring Road (MERR) di Jalan Ir Soekarno, Selasa (16/12/2014).

“Saat krisis moneter, UKM Surabaya telah membuktikan bisa survive. Karena itu, kita harus yakin, UKM juga akan mampu bersaing ketika MEA nanti. Saya minta kepada mereka, tolong tingkatkan terus kreativitasnya,” kata Risma.

Agar sentra UKM Surabaya cepat dikenal, Risma minta semua Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemkot Surabaya ikut berperan aktif mempromosikan dan meramaikan sentra UKM di MERR. “Bila ada tamu dari luar kota, ajak ke sini. Kita semua harus bisa jadi marketer. Mari bersama-sama meramaikan sentra ini,” ajaknya.

Desain gedung sentra UKM MERR dibentuk modern, seperti sebuah show room. Di sana ada berbagai produk yang dipamerkan, mulai dari jenis produk handycraft, fashion, hingga aneka kuliner khas Surabaya.

Selain sentra UKM MERR, wali kota dari PDI Perjuangan itu juga meresmikan sentra jahit di Jalan Bukit Barisan. Sebelumnya, para penjahit itu membuka usaha jahitan di Jalan Patua.

Menurut Risma, jika sentra UKM MERR akan ditempati 63 UKM dari 31 kecamatan se-Surabaya, maka sentra jahit di Jalan Bukit Barisan diisi 35 penjahit.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga melakukan teleconference dengan penjahit di sentra UKM jahit Jalan Bukit Barisan. Selama teleconference, para penjahit yang mayoritas bapak-bapak, berdialog dengan Risma tentang berbagai macam hal. (pri/*)