Tak Menyangka Jadi Ketua DPC PDIP, Gus Ipin Siap Jalankan Amanah

TRENGGALEK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek Mochammad Nur Arifin menegaskan kesiapannya menjalankan amanah dengan peraturan yang ada.

“Insya Allah kedepannya saya siap menjalankan amanah tersebut sesuai peraturan yang ada,” kata Nur Arifin, kemarin.

Dalam konferensi cabang (konfercab) PDIP tahun 2019 yang digelar serentak di Madiun, Minggu (7/7/2019), dalam SK yang dikeluarkan DPP PDI Perjuangan, Nur Arifin dipilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek periode 2019-2024.

Sedang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek yang mendampingi Gus Ipin adalah Doding Rahmadi dan Bendahara Pranoto. Doding merupakan Ketua DPC PDIP Trenggalek periode sebelumnya.

Terkait ditetapkannya dirinya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, politisi yang juga Bupati Trenggalek ini mengaku tidak mengetahui secara detail bagaimana dirinya bisa diamanatkan sebagai Ketua DPC.

“Saya justru tidak tau mekanisme seperti apa. Tapi mau bagaimana pun, ini adalah amanah dan tugas yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini pun menyatakan bahwa dirinya akan melakukan konsolidasi ke bawah dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh yang ada di Trenggalek.

Menyikapi adanya dinamika yang terjadi di saat konfercab, yakni adanya penolakan terhadap pengurus baru DPC, Arifin menyebutnya sebagai bagian dari demokrasi. Namun Gus Ipin minta dinamika yang terjadi tidak boleh mejadi bola liar.

“Itu dinamika organisasi. Tapi, yang perlu kita ingat bahwa founding father dari partai ini ruhnya ada di pemikiran Bung Karno. Bung Karno itu kan mencita-citakan yang namanya demokrasi terpimpin. Untuk menjaga kesatuan dan kesolidan itu ya memang demokrasinya nggak boleh liar, yang di bawah bergerak sendiri. Tapi harus ada direction juga dari atas, komando dan perintah serta strategi, garisnya bisa tegak lurus,” paparnya.

Ketua organisasi sayap PDIP, Taruna Merah Putih (TMP) Jatim ini menyebut kehidupan berbangsa dan bernegara secara tidak sadar juga dalam rangka demokrasi terpimpin. “Demokrasi tapi dipimpin nilai-nilai Pancasila. Kira-kira begitulah,” tuturnya. (goek)