Tahajud Ibu di balik Kesuksesan Jokowi

ibunda jokowiSOSOK Jokowi yang saat ini kita kenal dan sangat dipuja karena kepribadian dan gaya kepemimpinannya tentu tak lepas dari didikan sang ibu. Yaitu Sujiatmi Notomihardjo, sosok ibu yang sederhana, rendah hati serta ramah dan hal ini tidak jauh berbeda dengan sosok Jokowi.

“Nek mlakumu lurus, lempeng, uripmu mesti penak (kalau jalanmu lurus, lempang, maka hidupmu pasti enak),” pesan yang kerap meluncur dari Sujiatmi kepada Jokowi. Pesan ini benar-benar meresap dalam batin Jokowi.

Jokowi menjadikan pesan mulia itu sebagai filosofi hidupnya. Di dalam memimpin Kota Solo dan DKI Jakarta, ia memimpin dengan hati nurani. Pikiran dan fisiknya dicurahkan sepenuhnya untuk berbakti pada bangsa dan negara. Ia selalu mengingat dan memedomani petuah-petuah dari ibunda tercinta.

Sujiatmo adalah seorang perempuan Muslimah, yang hidupnya lurus dan penuh kesederhanaan. Ia menjadi sumber inspirasi hidup sederhana, yang kini melekat dalam diri Jokowi. Karena itu, jika melihat perangai baik Jokowi saat ini tidak bisa dilepaskan dari karakter yang melekat dalam diri Sujiatmi.

Nasihat Ibu

Ibu dari calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo mengaku hingga hari ini tak mempercayai jika anak sulung dari empat bersaudara ini bakal jadi capres. Bahkan, ia mengakui jika tak pernah tahu nasib anak-anaknya itu akan menjadi apa.

Sujiatmi mengungkapkan, “Enggak nyangka jadi (calon) presiden, wong besok (nanti) mau jadi apa aja ndak tahu,” kata Sujiatmi di kawasan Monumen Jogja, Yogyakarta

Sujiatmi mengungkapkan, anaknya tersebut tidak ada perbedaan ketika menjabat Wali kota Solo, Gubernur DKI Jakarta maupun sebagai capres. Namun sebagai orang tua, Sujiatmi tak pernah lupa untuk selalu mengingatkan makan dan menunaikan ibadah shalat 5 waktu. “Makan jangan lupa, shalat jangan lupa. Insya Allah kalau diberi amanah oleh Allah SWT agar dijalankan. Berikan yang terbaik, jangan lupa segala sesuatu harus dijalankan dengan berlandaskan keikhlasan,” ucapnya.

Dia menambahkan, Jokowi juga selalu diingatkan untuk tidak menanggapi adanya kampanye hitam yang menyerangnya. Menurutnya, isu kampanye hitam akan hilang dengan sendirinya sama seperti saat Pilgub DKI tahun 2012 lalu.

Meskipun baru tahap pencalonan, ibunda Jokowi tak henti-hentinya selalu mendoakan yang terbaik untuk Jokowi. Shalat tahajud, shalat dhuha, puasa Senin-Kamis tidak pernah bolong. Semua ini dijalaninya sejak dulu.

Doa Ibu

Sebagai muslim sejati dan taat tradisi, calon presiden Joko Widodo tak lupa meminta doa restu dan dukungan keluarga, khususnya Sudjiatmi Notomihardjo sebelum menghadapi debat capres-cawapres. Fitnah kepada Jokowi bahwa dia non-muslim dan bukan orang Jawa terbantahkan. Sebab, sang bunda, malah memberikan catatan kecil berupa tulisan doa yang khas santri dan warga nahdliyin.

Hal itu terlihat saat Jokowi naik panggung untuk debat di Balai Sarbini, Jakarta. Saat itu, masih terlihat sembulan kertas di saku Jokowi yang disebut-sebut berupa catatan doa dari sang ibu. Sebelum acara dimulai, Jokowi terlihat mengambil kertas kecil dan membacanya saat duduk di kursi sebelum naik panggung.

“Ini sangat luar biasa. Jokowi betul-betul Muslim yang taat, khas santri dan nahdliyin serta taat tradisi. Beliau nampak membaca kertas kecil yang katanya dari ibunya yang berisi doa,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi, Abdul Kadir Karding.

Selain itu, hal ini juga membantah fitnah yang selama ini dialamatkan kepada Jokowi. “Beliau memang selalu meminta doa kepada orang tua dan senantiasa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam setiap menghadapi tugas,” ujar Karding.

Doa yang diberikan ibunda Jokowi itu merupakan doa khas santri dan warga nahdliyin jika akan memulai pidato dan menyampaikan pesan. Doa itu merupakan ayat al-Quran dalam surat Thoha ayat 25-28 yang berisi tentang permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kelapangan dada dalam menghadapi setiap tugas yang diemban.

“Doa itu adalah doa Nabi Musa ketika akan menghadapi Fir’aun, doa itu berbunyi: Rabbisrahli shadri wayassirly amri wahlul ‘uqdatam millisani yafqahu qauli, yang artinya: Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”.

Doa sang ibu sangat manjur, karena debat capres-cawapres yang digelar pertama kali berjalan dengan lancar. Banyak orang menilai, kubu Jokowi-Jusuf Kalla berhasil menjawab setiap pertanyaan tanpa ada aral apapun. Debat yang mulanya dianggap akan menjadi ajang yang paling sulit bagi Jokowi, tetapi bisa dilalui dengan mudah. Bahkan, banyak pihak di dalam dan luar negeri memuji kemampuan Jokowi dalam menjawab setiap pertanyaan.

Akhirnya, semua tahu bahwa Jokowi-Jusuf Kalla berhasil memenangkan debat. Setiap pertanyaan dari moderator berhasil dijawab. Publik pun tahu, bahwa Jokowi mempunyai kemampuan debat dan orasi yang memukau dengan substansi pembicaraan yang berlandaskan pada keberhasilannya selama memimpin Kota Solo dan pengalaman dua tahun memimpin DKI Jakarta. Semua itu, tidak bisa dilepaskan dari doa ibunda, yang senantiasa menyertai perjalanan karir Jokowi.

Rajin Shalat Tahajud

Di mata Jokowi, sang ibunda mempunyai tempat khusus. “Ibu adalah orang yang paling saya hormati di dunia”. Ia meyakini doa ibu sangat ampuh bagi perjalanan hidupnya. Apalagi di saat menghadapi kampanye hitam yang kerap menuduhnya dengan berbagai hal yang tidak pantas. Jokowi selalu menenangkan hatinya dari berbagai isu miring yang berseliweran dengan menyempatkan waktu untuk berjumpa dengan ibunya.

Cinta ibu kepada Jokowi tak pernah surut. Ia sadar betul, ibu merupakan obat hatinya. Doa-doa yang dilantunkan setiap malam oleh ibu telah banyak memuluskan segala harapan dan mimpi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sujiatmi menuturkan kebiasaannya melaksanakan shalat tahajud. “Saya tiap malam shalat tahajud. Saya gunakan shalat tahajud untuk mendoakan keluarga dan anak-anak saya, agar mereka berhasil mengarungi kehidupan”, ujarnya.

Sujiatmi pun kerapkali melayangkan pujian kepada putera tercintanya. “Jokowi sejak kecil dikenal penurut, rajin shalat, dan lancar mengaji al-Quran”, ujarnya. Ia sejak dini menanamkan karakter ke dalam diri Jokowi, seperti disiplin, kejujuran, dan kesederhanaan, sebagaimana publik dapat melihat keseharian capres nomor urut 2 itu.

Ibu mempunyai arti penting bagi Jokowi, karena dengan kasih-sayang, cinta, dan doanya, ia dapat merasakan kehidupan dengan lebih baik. Jokowi meyakini sebuah pesan, “surga di bawah kaki ibu”. Ibu adalah sumber kebahagiaan dan keberhasilan. Karena itu, jangan sekali-kali melupakan peran besar ibu dalam hidup.

Doa yang dikirim dalam setiap tahajud ibunya telah menjadikan hidupnya lebih bermakna bagi orang lain. Buktinya, ia dipercaya oleh rakyat untuk menjadi Walikota dan Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, tidak menutup kemungkin, berkat doa-doa ibunya dalam setiap tahajudnya akan mengantarkannya sebagai Presiden RI ke-7.

Jika Jokowi terpilih dalam pilpres pada tanggal 9 Juli, maka ia akan menjadi Presiden RI berkat doa-doa dalam setiap tahujud ibunya. Ini sesuai janji Allah SWT di dalam al-Quran, “Pada sebuah malam, hendaklah kamu melaksanakan shalat, semoga Tuhanmu akan menempatkanmu pada derajat yang mulia”. (al-mihrab)