Survei Terbaru, PDIP Tetap Teratas, Jokowi-Ma’ruf Tak Terkejar

JAKARTA – Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas partai peserta pemilu tahun 2019. Lembaga survei ini juga merilis hasil survei terkait elektabilitas kedua pasangan capres cawapres.

Hasilnya, PDI Perjuangan masih teratas dalam jumlah elektabilitasnya. Menurut Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, hasil survei yang dilakukan lembaganya di 34 provinsi seluruh Indonesia menghasilkan, PDIP masih jadi favorit untuk dipilih masyarakat.

“Berdasarkan hasil survei posisi tertatas masih PDIP,” jelas Muslimin di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Lima parpol teratas yakni PDIP dengan elektabilitas 25,2 persen, Partai Gerindra 15,2 persen, Partai Golkar 9,0 persen, PKB 8,1 persen, Partai Nasdem 5,3. Posisi keenam hingga kesepuluh yakni Partai Demokrat 4,5 persen, PPP 4,3 persen, PKS 4,2 persen, Perindo 2,7 persen, dan PAN 2,7 persen.

Selanjutnya ada PSI 1,5 persen, partai Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, Partai Berkarya 0,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan PKPI 0,1 persen.

Muslimin pun memperkirakan hanya akan delapan partai yang akan lolos ambang batas parlemen. Meski begitu dirinya menekankan PAN dan Perindo masih bisa lolos.

Sedang elektabilitas capres-cawapres, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dengan persentase sebesar 53,2 persen. Sementara, elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga di angka 34,1 persen.

“Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf pada saat ini mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan selisih 19,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya.

“Sementara sebanyak 12,7 persen pemilih belum menentukan pilihan,” tambah dia.

Menurut Yunarto, elektabilitas kedua pasangan capres cawapres cenderung stagnan. Berdasarkan hasil survei sebelumnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada periode April hingga Oktober 2018 mengalami penurunan dari 58,8 persen turun ke 53,2 persen.

Sementara pada periode yang sama, elektabilitas Prabowo-Sandi mengalami kenaikan dari 30 persen naik ke 35,5 persen. Namun pada periode survei Oktober hingga Desember keduanya elektabilitas pasangan capres cawapres cenderung stagnan.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf tetap di angka 53,2 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga turun dari angka 35,5 ke 34,1 persen. “Jadi elektabilitas dua kandidat capres kita terjadi stagnasi suara,” jelas Yunarto. Survei ini dilakukan pada periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 dengan responden sebanyak 2 ribu sampel serta margin of error sebesar 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (goek)