Survei SMRC: Jokowi Jauh Ungguli Prabowo dan SBY

JAKARTA – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengungkapkan, jika pemilu presiden (pilpres) digelar sekarang, maka Joko Widodo (Jokowi) akan menang.

Menurut Djayadi, tren pilihan presiden top of mind, Jokowi unggul dengan 38,9 persen disusul Prabowo Subianto 12,0 persen, dan Susilo Bambang Yudhoyono 1,6 persen. Nama lainnya masih dibawah 1 persen.

“Dalam jawaban spontan, dilihat dari itu belum ada calon lain yang kompetitif,” kata Djayadi saat merilis hasil survei kecendrungan dukungan politik tiga tahun Presiden Jokowi, di kantornya, Kamis (5/10/2017).

Survei tersebut digelar pada 3-10 September 2017 itu juga memperlihatkan Jokowi masih unggul jauh dibandingkan Prabowo dan SBY serta calon lainnya dalam tren pemilihan presiden semi terbuka.

Jokowi unggul dengan 45,6 persen, disusul Prabowo 18,7 persen dan SBY 3,9 persen serta lainnya masih di bawah 2 persen.

Bahkan jika pilpres digelar sekarang, dengan skema pertanyaan dua nama calon Presiden Jokowi juga tetap mengungguli Prabowo. Jokowi unggul dengan 57,2 persen dan disusul Prabowo 31,8 persen.

Bahkan menurut Djayadi, dalam tiga tahun terakhir dengan berbagai simulasi yang digunakan, elektabilitas Jokowi cenderung naik.

“Belum ada penantang cukup berarti selain Prabowo. Meski Prabowo pun cenderung tidak mengalami kemajuan. Prabowo lumayan. Nama lain belum ada,” ujarnya.

Djayadi Hanan juga mengungkapkan, mayoritas publik puas atas kinerja Presiden Jokowi. Angka kepuasan publik atas kinerja Jokowi September 2017 sebesar 68 persen.

Bahkan, kata Djayadi, kepuasan atas kinerja Jokowi cenderung menguat dan stabil. “Tingkat kepuasan cenderung menguat dan stabil. Sampai sekarang stabil di angka 68 persen,” urai dia.

Ia membandingkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jokowi pada periode masa kepemimpinan yang sama. Hasilnya, kata dia, Jokowi unggul jika dibandingkan SBY.

“Kalau dibandingkan dengan pengalaman SBY yang sama-sama petahana dua tahun menjelang Pilpres 2009, kepuasan pada Jokowi lebih tinggi,” kata dia.

Djayadi menyebutkan, kepuasan publik terhadap kinerja SBY pada September-Oktober 2006 sebesar 67 persen dan September 2007 turun menjadi 58 persen.

Sementara, kepuasan terhadap Jokowi pada 2016 sebesar 69 persen, dan September 2017 sebesar 68 persen. “Modal politik Jokowi dua tahun menjelang Pilpres 2019 lebih baik dibanding yang dimiliki SBY pada rentang waktu sama menjelang Pilpres 2009,” ungkapnya.

Sesuai analisis SMRC, kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi karena penilaian positif atas sejumlah hal. Misalnya, kondisi ekonomi dan penanggulangan berbagai masalah penting oleh pemerintah.

“Publik menyatakan kondisi ekonomi sekarang lebih baik dibanding tahun lalu lebih banyak dari yang menyatakan lebih buruk. Publik juga umumnya optimistis dengan ekonomi nasional ke depan,” ujar dia.

Mayoritas responden juga menilai positif terhadap kondisi politik, penegakan hukum, keamanan, dan ketertiban. (goek)