Survei Roy Morgan: Jokowi dan PDIP dapat Dukungan Kuat di Pemilu 2019

JAKARTA – Tak hanya dari dalam negeri, lembaga riset asing pun mengunggulkan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2019.

Adalah perusahaan riset pasar asal Australia Roy Morgan merilis hasil jajak pendapat Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas calon petahana Jokowi unggul dengan raihan suara sebesar 57%, sedang capres Prabowo mendapat 43%.

Survei dilakukan Februari lalu, hasilnya dirilis Jumat (22/3/2019) di situs Roy Morgan. Dibandingkan survei Januari, elektabilitas Jokowi sedikit turun yakni 1%.

Survei melibatkan 1.101 warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau 17 tahun ke atas.

Rilis Roy Morgan menyebutkan, dukungan yang kuat kepada Presiden Joko Widodo juga seiring dengan dukungan kuat kepada partai pendukung utamanya, PDI Perjuangan. Dalam survei Roy Morgan, partai’pemenang Pemilu 2014 ini mendapat dukungan 42,5% (naik 2% sejak Januari) dari warga Indonesia untuk pemilihan legislatif pada April depan.

“Dukungan untuk Gerindra, partai oposisi utama pimpinan calon presiden Prabowo Subianto turun 4% menjadi 21% pada Februari,” demikian bunyi rilis Roy Morgan, sebagaimana diwartakan beritasatu.com, kemarin.

Hasil survei juga menyebutkan, Jokowi yang berpasangan dengan Cawapres KH Ma’ruf Amin mendapat dukungan kuat di wilayah pedesaan. Sementara Prabowo memimpin di Jakarta dan Jawa Barat.

Di wilayah pedesaan, selisih dukungan Jokowi-Prabowo sangat besar, 60,5% dibandingkan 39,5%.

Wilayah perkotaan menunjukkan persaingan yang lebih sengit karena keunggulan Prabowo yang mencapai 58% di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Namun demikian, untuk total wilayah perkotaan Jokowi tetap unggul 54,5% berbanding 45,5%.

Untuk Jawa Tengah dan DIY, Jokowi tidak terbendung dengan dukungan 74,5%, sementara di Jawa Timur dan Bali juga memimpin jauh dengan 73%.

Demikian juga di Pulau Sulawesi, Jokowi masih unggul telak 63% vs 37%.

Di Pulau Kalimantan, Prabowo unggul tipis 51,5% atas Jokowi.

Berdasarkan gender, Jokowi mendapat dukungan besar dari perempuan sebesar 58%, sementara dukungan pemilih pria 56,5%.

“Meskipun dukungan untuk Prabowo meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan hanya empat pekan tersisa sebelum pemungutan suara untuk pemilihan presiden dan legislatif pada pertengahan April, indikasinya adalah rakyat Indonesia akan tetap bertahan pada Jokowi dan memberi dia masa jabatan kedua dan partainya terus menjadi mayoritas di legislatur,” kata Michele Levine, Chief Executive Officer Roy Morgan. (goek)