Survei Indikator, Jokowi 60,6 %, Prabowo 29 %

JAKARTA – Jika pemilihan presiden (pilpres) digelar sekarang, maka Joko Widodo (Jokowi) akan menang telak atas Prabowo Subianto. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat keterpilihan Jokowi mencapai 60,6 persen dibandingkan Prabowo yang hanya 29 persen.

Sesuai siaran pers survei Indikator yang dirilis pada Kamis (3/5/2018), Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi menyatakan head-to-head antara kedua kandidat tersebut yang paling kuat. Namun, selisih keterpilihan Jokowi dan Prabowo sangat jauh, sekitar 31 persen.

Hasil survei Indikator juga memperlihatkan keunggulan Jokowi andai pilpres diikuti tiga calon. Indikator membuat simulasi andai Jokowi bersaing dengan Prabowo dan mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Dengan simulasi itu, Jokowi akan menang dengan tingkat keterpilihan 59,3 persen. Prabowo di urutan kedua dengan 27,3 persen dan Gatot 3,6 persen.

Simulasi lain yang dilakukan oleh Indikator adalah Jokowi bersaing dengan Prabowo dan Anies. Hasilnya, Jokowi pun masih di posisi teratas dengan 58,9 persen, sedangkan Prabowo 26,6 persen dan Anies 4,5 persen.

Hasil survei Indikator juga menunjukkan lebih dari 70 persen responden merasa puas terhadap kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Rinciannya, sebanyak 14,8 persen menyatakan sangat puas dan 56,5 persen merasa cukup puas.

Sedangkan 25,4 persen merasa kurang puas dan yang merasa tidak puas sama sekali sebanyak 1,9 persen. Sementara itu, sebanyak 1,5 persen tidak menjawab.

“Jadi secara keseluruhan (yang merasa sangat puas dan cukup puas atas kinerja) Pak Jokowi 71,3 persen. Kalau yang tidak puas 27,3 persen,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Survei Indikator dilakukan pada 25-31 Maret 2018 terhadap 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling.

Responden dalam survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih, yakni minimal usia 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error plus minus 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei juga menunjukkan 17 persen responden sangat yakin Jokowi mampu memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang. Sedangkan 55,5 persen menyatakan cukup yakin.

Selain itu, sebanyak 18,2 persen merasa kurang yakin, dan 2,7 persen mengaku sama sekali tidak yakin. Sementara itu, 6,6 persen menjawab tidak tahu.

“Jadi 73 persen yakin akan kemampuan Jokowi. Pernah di bulan Juni 2015 keyakinan terhadap Jokowi drop (merosot), tapi setelah itu tingkat keyakinan publik meningkat,” jelas Burhanuddin. (goek)