Survei IndEX, Elektabilitas PDI Perjuangan Makin Kokoh di Puncak

JAKARTA – Sampai hari ini, elektabilitas PDI Perjuangan masih jauh di atas parpol lainnya. Elektabilitas Partai pemenang Pemilu dua kali berturut-turut (2014 dan 2019) itu mencapai 30,4 persen.

Angka tingkat keterpilihan itu merupakan hasil survei yang dilakukan Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research.  Hasil survey indEX yang disiarkan kemarin menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan tak tergoyahkan, sementara elektabilitas PSI beranjak naik.

“Elektabilitas tertinggi masih dikuasai PDIP (30,4 persen),” kata Direktur Eksekutif index Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

Di urutan kedua Gerindra (13,8 persen) dan urutan ketiga Partai Golkar (8,5 persen).

Di papan tengah ada PKB (5,3 persen), PKS (5,1 persen), PSI (4,7 persen), NasDem (4,1 persen), Demokrat (3,4 persen), PPP (2,2 persen), dan PAN (1,9 persen).

Elektabilitas PSI bertengger pada angka 4,7 persen atau naik dari sebelumnya 4,1 persen pada survei bulan Mei 2020. Kenaikan tersebut konsisten sejak survei pada bulan Februari 2020 yang masih sebesar 2,5 persen.

Sementara itu, papan bawah terdapat Perindo (0,7 persen), Hanura (0,5 persen), Berkarya (0,3 persen), dan PBB (0,1 persen), sedangkan PKPI dan Garuda tidak mendapat dukungan (0,0 persen). Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 19,0 persen.

Survei Index Research dilakukan pada tanggal 11—20 Agustus 2020 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Temuan survei indEX menunjukkan munculnya nama Giring Ganesha Plt. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai pendatang baru calon presiden 2024 meningkatkan elektabilitas partai politik yang diidentikkan dengan pemilih dari generasi milenial tersebut.

“Seiring deklarasi Giring Ganesha sebagai capres, PSI mendulang kenaikan elektabilitas yang signikan dari survei sebelumnya,” jelas Vivin. (goek)