Suguhan BUNG dan Polopendem Temani Buruh Saat Menunggu Rieke

pdip jatim - buletin BUNGSIDOARJO -Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo me-launching terbitan internal. Ratusan eksemplar terbitan dalam bentuk buletin bernama BUNG itu dibagikan kepada para buruh yang menunggu kedatangan Rieke Diah Pitaloka di Sekretariat DPC, Jl Jati Selatan IV No 11, Selasa (13/5/2015) sore.

Wakabid Komunikasi Politik dan Agitasi Propaganda DPC Sidoarjo, Heru Setyanto, kepada pdiperjuangan-jatim.com mengatakan, launching BUNG sebetulnya akan dilakukan saat rakercab mendatang. Namun karena banyak massa buruh berkumpul di DPC menyusul rencana kedatangan Rieke Diah Pitaloka, maka disuguhkanlah media tersebut menemani hidangan polopendem.

“Ini momen baik. Kami bagikan begitu saja, ditaruh di kursi-kursi peserta. Tak perlu seremoni, yang penting terbaca. Alhamdulillah, dari 200-an eksemplar yang dibagi, yang tercecer dan tidak dibawa pulang tak lebih dari 20 eksemplar,” kata Heru Setyanto.

Di edisi perdananya ini, redaksi BUNG mengangkat tema besar yakni Jalan Trisakti Petugas Partai. Dicetak hitam putih, konten BUNG sebagian besar berisi materi seputar Kongres IV. Materi pidato Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan tujuh sikap politik PDI Perjuangan menjadi fokus utama BUNG pada rubrik Arah Kita.

Untuk konten lokal kewilayahan, ditempatkan dalam rubrik Medan Juang. Tulisan yang diturunkan di rubrik ini ihwal realitas politik di lapangan menjelang pilkada Desember 2015. Untuk rubrik taktis sektoral, kali ini BUNG mengangkat kasus-kasus perburuhan di kota ini yang dikaitkan dengan keputusan kongres sebagai jalan keluar. Dimana untuk perburuhan, kongres memutuskan mengawal revisi UU PPHI, UU Pengawasan Ketenagakerjaan, dan UU Penempatan dan Perlindungan TKI.

Sementara rubrik Romantika ‘Darjo memuat cuplikan-cuplikan peristiwa besar yang pernah terjadi di Sidoarjo pada bulan Mei. Di antaranya peristiwa pembunuhan Marsinah dan menyemburnya lumpur Lapindo. Untuk menghibur pembaca, redaksi BUNG membuat “kolom pojok” Ketawa Ala Bung Karno, yang memuat joke-joke segar dari tokoh besar revolusi itu. (goek)