Strategi Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Bumi Blambangan

JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang diharapkan menyumbang suara signifikan bagi pasangan calon presiden-calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. Harapan ini bukan sekadar khayalan.

Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2015 memperkuat harapan itu.

Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK unggul di Bumi Blambangan ini. Pilbup Banyuwangi 2015 pun telah mengantarkan calon bupati yang diusung PDI Perjuangan, Abdullah Azwar Anas, ke kursi Bupati.

Maka, seharusnya tak sulit bagi Jokowi-Ma’ruf Amin untuk meraih keunggulan di Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banywangi, Jawa Timur Abdullah Azwar Anas sendiri telah menargetkan Jokowi-Ma’ruf meraih 65 persen suara di Banyuwangi.

Lalu, bagaimana strategi sang Bupati yang juga merupakan Korwil Banyuwangi Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf wilayah Jatim itu dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf di daerah yang dipimpinnya? 

Berikut cuplikan wawancara Gesuri dengan kader PDI Perjuangan itu beberapa waktu lalu.

Bagaimana strategi anda untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Banyuwangi?

Sebetulnya di Banyuwangi, Pak Jokowi itu relatif disukai masyarakat. Sebab warga Banyuwangi banyak menerima dampak positif dari kebijakan-kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang mudah dan efisien oleh pemerintah kabupaten.

Nah, sebenarnya semakin rakyat  puas dengan kebijakan pelayanan di tingkat Kabupaten, semakin tinggi juga kepuasan mereka kepada Presiden. Jadi arahan Presiden itu harus bisa diterjemahkan di daerah.

Misalnya, Presiden beberapa kali memerintahkan harus ada pelayanan satu pintu. Di daerah kita wujudkan hal itu. Maka sekarang di Banyuwangi sudah ada Mall Pelayanan Publik pertama di Kabupaten di Indonesia. Jadi, ketika arahan Presiden diterjemahkan secara benar dan cepat di daerah, hal tersebut bisa meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap Presiden.

Yang disayangkan, ketika ada kebijakan sudah dibuat Presiden namun tidak dieksekusi secara tepat di beberapa daerah oleh kepala daerahnya, maka rakyat tak cepat merasakannya. Dan itu kendala bagi pemenangan Pak Jokowi.

Jadi seiring dengan upaya mewujudkan semua kebijakan Presiden, kami juga terus menerus menyampaikan pada masyarakat tentang apa saja yang sudah dikerjakan pak Jokowi, berikut manfaatnya bagi rakyat.

Strategi berikutnya adalah saya mendirikan Komunitas Milenial Timur Jawa. Disini saya berupaya untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan Pak Jokowi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan teman-teman milenial terkait Pak Jokowi dan program-programnya.

Terkait hoaks yang kerap menyerang Jokowi-Ma’ruf, apakah menjadi kendala bagi pemenangan Jokowi di Banyuwangi?

Hoaks ini lahir bukan seminggu sekali, tapi bisa jadi satu jam berkali-kali. Nah memang kami harus menjelaskan terus menerus hal yang benar kepada teman-teman melalui komunitas dan kelompok.

Dan ini menurut saya perlu pertahanan yang cukup, dalam arti harus terus menjawab dan memberi klarifikasi atas hoaks yang beredar, terutama terkait masalah keagamaan.

Kami juga berkolaborasi dengan tokoh-tokoh NU, Muhammadiyah dan tokoh agama lainnya untuk bersama-sama memberikan klarifikasi bila ada hoax yang beredar.

Jokowi-Kiai Ma’ruf ditargetkan meraih berapa persen suara di Banyuwangi?

Pak Jokowi kami targetkan meraih 65 persen suara di Banyuwangi.  Kami optimis bisa mencapai target itu karena saat ini suara untuk Jokowi di Banyuwangi menurut survei cukup tinggi.

Survei terbaru menunjukkan suara pak Jokowi di Banyuwangi 58 persen dan pemilih yang belum menentukan pilihan tinggal 27 persen, jadi kami optimis bisa mencapai target itu.

Koordinasi dengan partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf lainnya di Banyuwangi bagaimana?

Koordinasi sejauh ini berjalan lancar. Tidak ada kendala yang substansial. Meski sekarang memang serangan di media sosial ini yang terkadang di luar batas kemampuan kita untuk mengendalikannya. (*)