‘Srikandi’ Pansel KPK Diyakini Akan Independen

pdip jatim - 9 pansel kpkJAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR H Nashirul Falah Amru, SE merasa yakin, sembilan perempuan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Panitia Seleksi (Pansel) KPK, dapat menjaga integritasnya untuk menjadikan KPK lebih baik.

Menurut Nashirul Falah, Presiden Jokowi tak mungkin sembarangan dalam menentukan keanggotaan Pansel KPK yang akan menyeleksi calon pimpinan KPK. Presiden, katanya, tentu punya dasar menunjuk sembilan ‘srikandi’ ini.

“Dasarnya juga sudah jelas, misalkan terdiri dari pakar hukum, dosen bidang ekonomi, dekan Fakultas Psikologi UGM, ada mereka itu Direktur Perundang-undangan Bappenas dan lain-lain,” kata Nashirul Falah, kemarin.

Berdasarkan rekam jejak dan kompetensi serta integritas yang dimiliki para anggota Pansel KPK itu, sambung Falah, tentunya mereka diyakini akan membuat lembaga antirasuah itu menjadi lebih baik. Apalagi, mereka tidak berasal dari partai politik sehingga diyakini independensinya dan bebas dari intervensi.

“Mereka bukan politisi, tak ada bau politisi. Taruhlah kalau misalkan Direktur Analisa Perundang-undangan Bappenas (Dr. Diani Sadiawati). Ini kan bukan birokrasi pelaksanaan, tapi perencanaan,” ujar Ketua Bidang Pemuda dan Mahasiswa Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.

Dia menambahkan, kalau memang anggota Pansel KPK seluruhnya perempuan diragukan integritasnya, belum tentu juga ada jaminan kalau anggota Pansel KPK didominasi laki-laki menjadi lebih baik. Untuk itu, dia meminta semua pihak mengenyampingkan persoalan gender.

“Justru perempuan itu lebih teliti dan rajin. Kalau ada orang yang ingin menunggangi atau dalam tanda kutip menitipkan, maka harus berpikir ulang,” ucap Wakil Bendahara PBNU tersebut

Presiden temui Pansel KPK Senin

Sementara itu, Presiden Jokowi akan bertemu dengan sembilan perempuan anggota Pansel KPK pada Senin (26/5/2015).

“Bertemu Senin siang atau sore,” kata Jokowi usai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung “Indonesia Satu” di Jakarta, Sabtu.

Presiden juga menegaskan bahwa telah memastikan rekam jejak, integritas, kompetensi para anggota pansel KPK. “Jika sudah saya keluarkan, saya sudah memastikan itu,” kata Presiden.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan kesembilan anggota Pansel KPK itu dipilih atas tiga kriteria, meliputi integritas, kompetensi, dan keberagaman.

Menurut dia, Presiden Jokowi telah membaca profil para calon yang diajukan. Mereka kemudian melewati proses seleksi yang panjang dalam dua minggu terakhir.

“Harapan beliau memang ini Pansel harus segera bekerja, semangatnya adalah bukan semata-mata berhenti memilih orang, tapi memilih orang yang akan dibawa ke DPR, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk institusi KPK yang berwibawa,” kata Pratikno. (goek/*)

Berikut Sembilan ‘Srikandi’ Anggota Pansel KPK:

  1. Destry Damayanti, MSc: Ahli ekonomi dan keuangan, Chief Economist Bank Mandiri
  2. Dr Enny Nurbaningsih, SH: Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham, dosen Hukum Tata Negara UGM
  3. Prof Dr Harkristuti Harkrisnowo, SH, LLM: Ketua Badan Pengembangan SDM Kemenkumham, mantan Dirjen Administrasi Hukum Kemenkumham, dosen Hukum Pidana dan HAM FH UI
  4. Ir Betti S Alisjahbana: Mantan General Manager IBM ASEAN dan Asia Selatan, Ketua MWA ITB
  5. Dr Yenti Garnasih SH, MH: Ahli hukum pidana ekonomi dan pencucian uang, dosen FH Universitas Trisakti
  6. Supra Wimbarti, MSc, PhD: Ahli psikologi SDM dan pendidikan, Dekan Fakultas Psikologi UGM
  7. Natalia Subagyo, MSc: Ahli tata kelola pemerintahan, Sekretaris Tim Independen Reformasi Birokrasi Kemenpan-RB
  8. Dr Diani Sadiawati, SH, LLM: Direktur Analisis Perundang-undangan Bappenas

9. Meuthia Ganie Rochman, PhD: Ahli sosiologi korupsi dan modal sosial, dosen FISIP UI.