Sosialisasi OJK di Tulungagung, Eva Sundari Mulai Gulirkan Gerakan Kolaborasi 4.0

TULUNGAGUNG – Di acara sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertema “Peran OJK dalam Memfasilitasi Ekonomi Kreatif dan Digital” pada Sabtu (16/3/2019) lalu, Eva Sundari, anggota Komisi XI DPR RI menggulirkan Gerakan Kolaborasi Tulungagung 4.0.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (18/3/2019), kegiatan yang diikuti oleh 750 peserta tersebut berlangsung di Menara Eva Campurdarat, Tulungagung.

Sebelumnya, para peserta diajak Islandri, pembawa acara untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza. Tampaknya peserta menjadi terharu sehingga tanpa komando mereka bertepuk tangan setelah menyanyikannya.

Peserta yang berjumlah 750 orang tersebut berasal dari 19 desa di Kecamatan Pakel dan Campurdarat dengan latar belakang berbagai profesi dari petani, pelaku umkm bahkan ada ibu rumah tangga.

Sosialisasi dibuka oleh pejabat OJK Kediri, Tetra Yanuar yang sekaligus menjelaskan peran dan tugas OJK.

“OJK bukan saja sebagai regulator industri keuangan yang akan menjadi salah satu stakeholder dalam Gerakan Kolaborasi 4.0 tapi juga melindungi konsumen. OJK punya hotline no telp 157 untuk konsultasi masyarakat,” jelas Tetra Yanuar.

Firdaus Andiko, kepala Kantor BNI Cabang Tulungagung memberi sambutan singkat perlunya gotong royong antara komunitas keuangan dan masyarakat untuk kemajuan perekonomian Tulungagung.

“Kami menginginkan kehadiran BNI yang meluas dan mendalam di tengah masyarakat. Silakan mendaftar jadi Agen BNI 46 yang syaratnya mudah sehingga mempercepat program inklusi keuangan di Tulungagung,” ajak Firdaus.

Narasumber kedua dari BNI adalah Ricky Sapta Pratama yang menjelaskan tentang Program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang ada di BNI.

“BNI bersedia diundang khusus ke komunitas-komunitas yang berminat mengakses KUR. Kita dukung sepenuhnya Gerakan Kolaborasi Tulungagung 4.0 untuk memajukan ekonomi bapak-ibu yang hadir hari ini,” jelas Ricky.

Sedang Eva Sundari menjelaskan sudah saatnya gotong royong yang biasa untuk kerjabakti di kampung-kampung untuk membersihkan lingkungan dipraktikkan untuk memajukan kesejahteraan umum.

“Di UUD RI 1945, gotong royong menjadi asas untuk mewujudkan Keadilan Sosial. Ini yang dimaksud Bung Karno dengan konsep sosio demokrasi, yaitu demokrasi ekonomi dan politik sama-sama maju,” kata politisi PDI Perjuangan ini. Sebelum mengakhiri pemaparan di sosialisasi yang dimoderatori oleh Sodik Purnomo tersebut, Eva Sundari mengajak semua peserta dan narasumber untuk meneriakkan Salam Kolaborasi yang bunyinya “Pakel dan Campurdarat Generasi Kolaborasi Go – Go – Go” sambil tangan kanan memperagakan pesawat tinggal landas. Sosialisasi siang itu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pak Isman. (guh)