oleh

Soal Peluang Whisnu di Pilwali, Teted: Tentu Berbasis Survei Faktual dan Akurat

-Berita Terkini-10 kali dibaca

SURABAYA – proses tahapan Pilwali Surabaya 2020 tengah berjalan. Hingga kini konstelasi parpol masih menunggu siapa kandidat yang akan diusung PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon dalam Pilkada Surabaya.

Strategi partai pemenang pemilu ini punya banyak varian. Termasuk soal kabar diturunkannya rekomendasi kepada Whisnu Sakti Buana sebagai pengganti posisi Tri Rismaharini sebagai calon Walikota Surabaya.

Pun demikian, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengaku belum mendapat kabar resmi terkait informasi tersebut.

Kans putra mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Ir Soetjipto ini kian terbuka lebar. Sebagai penerus tongkat estafet kader terbaik partai, publik Surabaya sudah menunggu sosok Whisnu yang diharapkan menerima rekomendasi dari PDIP.

Peluang ini disampaikan pengamat politik Edward Dewaruci tentunya berbasis survei faktual dan akurat yang telah dilakukan. Baik internal partai maupun lembaga survei.

”Itu (survei) bisa dijadikan acuan,” katanya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (5/7/2020).

Menurut Teted, sapaan akrab Edward Dewaruci, hasil survei menjadi patokan tingkat pemahaman masyarakat Surabaya. Tentunya terhadap keberhasilan Dwi Tunggal Risma-Whisnu, dalam memimpin Surabaya.

Alumni GMNI Surabaya ini melihat jika sosok Whisnu Sakti memang telah disiapkan PDIP untuk melanjutkan suksesi kepemimpinan partai berlogo moncong banteng ini di Surabaya. Untuk diketahui, sejak medio 2000-an PDIP selalu menjadi penguasa di Surabaya.

“Sepertinya memang disiapkan partai dan selama ini sudah berperan sebagai wakil yang bisa mendukung kerja Bu Risma. Sehingga Surabaya kondusif dengan pembangunan yang terarah sesuai rencana,” paparnya.

Diketahui, Whisnu Sakti Buana dikabarkan telah mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk maju sebagai Calon Walikota Surabaya 2020.

Kabar tersebut masih belum resmi. Pasalnya, baik internal partai maupun Whisnu mengaku belum menerima rekomendasi. Sebab, dalam proses rekomendasi ada di tangan rapat pleno DPP PDI Perjuangan dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. (goek)

rekening gotong royong

Komentar