Soal Cawagub, Kyai Anwar: Siapa yang Ditunjuk Ibu Mega, Kami Dukung

KEDIRI – KH Anwar Iskandar mewakili suara para kyai daerah Mataraman menyatakan, bahwa figur yang diusung Nahdlatul Ulama (NU) untuk maju di Pilgub Jatim 2018  hanya satu nama, yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sekarang menjabat Wagub Jatim.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin, Rejomulyo, Kota Kediri ini mengatakan, para kyai NU bahkan sudah minta PKB sebagai kendaraan politiknya dan sekaligus meminta Gus Ipul untuk mencalonkan diri melalui PDI Perjuangan.

Beberapa hari lalu, ungkap KH Anwar, para kyai di Jatim sudah bertemu dan sepakat bahwa pilkada tidak boleh mengorbankan kesatuan dan persatuan masyarakat dan bangsa. Pilgub Jatim, harus melahirkan pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat, mampu jaga stabilitas.

Baca: Kyai Mataraman Sepakat Dukung Gus Ipul Cagub Jatim

“Soal nama, kami sudah sepakat, untuk mencalonkan Saifullah Yusuf sebagai cagub Jawa Timur, untuk selanjutnya meminta PKB menjadi kendaraan politiknya. Dan meminta kepada Saifullah untuk daftar ke PDIP,” kata Kyai Anwar Iskandar.

Pernyataan ini dia sampaikan kepada wartawan, usai menemui Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (7/9/2017) petang.

Agenda pertemuan di ponpes asuhan KH Anwar Manshur ini, adalah upaya PDI Perjuangan mendengarkan aspirasi, masukan, serta pertimbangan para kyai dan ulama NU terkait berbagai persoalan bangsa dan juga Pilkada 2018.

Kyai Anwar kemudian menyampaikan sikap para kiai soal posisi cawagub yang diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Siapa yang ditunjuk, yang dikehendaki Ibu Mega kami akan terima dan dukung. Yang penting, harus menang. Setelah itu, kita rawat bersama-sama Jatim yang aman, tenteram, dan diridhoi Allah,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan pentingnya sinergi kekuatan Islam- Nasionalis di Indonesia. Karena Indonesia sejak awal berdirinya adalah hasil kerja keras dan perjuangan para pendiri bangsa yang mewakili golongan kebangsaan dan golongan agama, khususnya Islam yakni para kiai dan ulama.

“Ini baik dalam upaya meneruskan yang dulu dilakukan Bung Karno dan Mbah Hasyim, Gus Dur dan Mbak Mega, dan sekarang ini kita teruskan. Begitu indah sekali,” ucapnya.

PDIP secara politis partai terbesar, sementara NU kultural terbesar. Menurutnya, kalau bisa sinergi PDIP-NU akan hasilkan sesuatu yang luar biasa bagi bangsa dan negara.

“Apalagi secara ideologi, siapa sih yang meragukan nasionalisme PDIP, dan NU kalau bicara soal nasionalisme juga seperti pelajaran wajib di pesantren. Menjaga agama, negara, keturunan, harga diri, adalah kewajiban. Bahkan Mbah Hasyim pernah keluarkan fatwa Hubbul Waton Minal Iman yaitu mencintai bangsa adalah bagian dari iman.” tegasnya

Sementara itu, Ahmad Basarah menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan masukan Kiai NU akan disampaikan langsung kepada Megawati Soekarnoputri pada Minggu (10/9/2017) di Kota Malang, dan dipastikan akan menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan soal calon di Pilkada Jatim.

“PDI Perjuangan akan mengadakan rapat kerja Tiga Pilar Partai, yang dihadiri dan dipimpin Ibu Mega. Nanti akan saya sampaikan laporan ini langsung kepada beliau, dan saya pastikan akan menjadi pertimbangan penting dalam mengusung cagub Jatim,” ujarnya. (goek)