Siswi SMA Curhat Unas ke Jokowi

Jokowi - Siswi SMA CurhatSURABAYA – Kedatangan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi), “disambut” curhatan Nurmillaty Abadiah, siswi Kelas III SMA Siti Khadijah Surabaya tentang Ujian Nasional. Nurmillaty yang pernah mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh ini, meminta kepada Jokowi untuk segera memperbaiki sistem pendidikan khususnya ujian nasional.

Nurmillaty curhat kepada Jokowi kalau soal ujian  nasional tingkat SMA diluar kemampuan siswa, persoalan lainnya adalah soal ujian nasional baru disosialisasikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah ujian nasional berlangsung. Dan yang lebih memprihatinkan, ujian nasional masih sarat dengan kecurangan.

“Lewat Pak Jokowi, saya berharap pemerintahan mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus lebih memperhatikan keluhan siswa, terutama soal ujian nasional. Bila perlu, ujian nasional dihapuskan saja,” ujar Nurmillaty di hadapan Jokowi, Sabtu (3/5/2014).

Menanggapi curhat ini, Jokowi mengakui kalau ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, dengan sistem ujian nasional sebagai salah satu parameter kelulusan, akan membuat sekolah menghalalkan segala cara meraih target kelulusan. Akibatnya, banyak sekolah yang berbuat curang untuk memenuhi target kelulusan.

“Selama saya menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, saya tidak pernah mentargetkan kelulusan kepada sekolah. Bagi saya, roh pendidikan adala kejujuran. Sekolah adalah tempat pendidikan budi pekerti dan akhlak siswa,” ujar Jokowi di sela pertemuannya dengan Khofifah di Surabaya.

Jokowi mengatakan, ujian nasional seharusnya hanya menjadi pemetaan saja, bukan sebagai penentu kelulusan. Menurutnya, yang paling penting dalam pendidikan adalah karakter anak harus diasah berdasarkan budaya Indonesia.

Jokowi menjelaskan, kalau saat ini kecenderungan di sebagian besar sekolah mulai melupakan Pancasila dan sejarah. Selama ini sekolah hanya lebih mementingkan pada sisi akademis saja. (ovi)