Siap Sulap Kota Blitar menjadi Ikon UMKM Jatim

pdip jatim - Samanhudi - Bazaar Blitar Djadoel V 2015BLITAR – Wali Kota Blitar terpilih, Samanhudi Anwar bertekad menjadikan Kota Blitar sebagai ikon kota UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jawa Timur.

“Berdasarkan catatan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar, pada tahun 2014 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Blitar sebanyak 2.110 industri baik industri formal maupun non formal,” kata Samanhudi di Blitar, Sabtu (30/1/2016)

Beberapa komoditi IKM telah menjadi andalan bagi Kota Blitar, di antaranya adalah industri bubutan kayu yang menghasilkan berbagai macam barang kerajinan dari kayu. Sentra industri kerajinan kayu terdapat di Kec Kepanjenkidul Kota Blitar dengan jumlah usaha sebanyak 120 usaha dan di Kec Sukorejo dengan jumlah usaha sebanyak 189 usaha.

“Untuk industri kayu, seperti mebel ukiran kayu dan lampu hias, telah mencapai pasar ekspor dunia, mebel yang berbahan baku kayu mahoni dan akar jati selama 4 tahun belakangan ini telah menembus pasar Eropa, Asia dan Amerika Serikat,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan setempat ini.

Sedangkan untuk IKM pada sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau, lanjut Samanhudi, sebanyak 943 industri. Keistimewaan subsektor ini, menurut Samanhudi adalah tingginya penyerapan tenaga kerjanya, yakni mencapai kisaran 65% dari total tenaga kerja di IKM.

“IKM subsektor industri mamin ini telah mendukung program perluasan lapangan pekerjaan, maka kedepan Pemkot Blitar akan terus secara berkala memberikan pendampingan dan pembinaan termasuk upaya bantuan permodalan usaha,” papar mantan Walikota periode 2010 – 2015 ini.

Dalam kerangka mendorong peningkatan kualitas IKM, Samanhudi berharap kedepan dinas perdagangan dan perindustrian kota Blitar tetap melakukan upaya pembinaan dan pelatihan kewirausahaan pada berbagai sektor dan bidang ukm.

“Setiap tahun APBD Pro Rakyat kota Blitar telah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk rutin melakukan pelatihan bagi calon wirausahawan muda di setiap kelurahan maupun kecamatan, nantinya wirausahawan muda itu diarahkan untuk mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri,” pungkas Samanhudi. (ven)