Siap Kampanyekan Risma-Whisnu dengan Tempo Tinggi

pdip jatim - risma-whisnu-pilkada2015SURABAYA – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan, saat ini pihaknya menjalankan pola kampanye Pilkada Surabaya dengan tempo lambat. Yakni aktivitas pasangan calon yang terpublikasikan rendah, dan gerak mesin partai masih persneling dua.

Meski begitu, Adi yakin kendali situasi politik terletak pada partainya, melalui dua strikernya pasangan calon Risma-Whisnu. “PDI Perjuangan memang menjalankan tempo lambat, tapi kan kendali permainan ada pada kita,” kata Adi Sutarwijono, Selasa (6/10/2015).

Hal itu disampaikan Awi, sapaan Adi Sutarwijono, menyikapi tak nampaknya aktivitas politik pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, meski masa kampanye telah berlangsung sejak 27 September lalu. Beda dengan pasangan calon Rasiyo-Lucy, yang intens melakukan safari politik ke sejumlah kawasan kota.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menerapkan model kampanye dalam tempo cepat. Yakni dengan menggerakkan mesin partai guna memperluas dukungan dan area kekuatan pasangan petahana, Risma-Whisnu.

“Minggu depan, kita akan bergerak, mempersempit angka golput, termasuk beralihnya pilihan ke yang lainnya,” terang alumnus FISIP Universitas Airlangga itu.

Awi berharap, partisipasi pemilih sangat tinggi pada Pilkada Surabaya. Sebab, dengan derajat pemilih yang tinggi, masyarakat bisa menggunakan hak konstitusionalnya untuk memilih pemimpin yang terbaik.

“Jika pemilihnya tinggi, kesempatan masyarakat memilih pemimpin terbaik, yakni Risma – Whisnu juga tinggi pula,” jelasnya.

Dia yakin, partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini jauh lebih besar ketimbang sebelumnya. Indikasinya, antusiasme dan dukungan warga begitu besar saat didatangi pasangan calon Risma-Whisnu.

“Dengan sambutan yang luar biasa terhadap paslon kami, itu modal bahwa mereka akan menyalurkan hak politiknya,” ujar Awi.

Mengenai alat peraga kampanye (APK) yang masih belum terpasang di sejumlah kawasan kota, mantan wartawan ini menilai bukan masalah. Dia yakin, masyarakat sudah mengetahui pasangan calon yang menjadi kontestan Pilkada Surabaya. (goek)