Siap Ikut Pilkada 2020, Ini Kepala Daerah yang Ikut Fit and Proper Test di PDIP Jatim

Wakabid Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan Jatim Budi Sulistyono

SURABAYA – Sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jawa Timur memarakkan kandidat bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2010 melalui PDI Perjuangan.

Bersama bakal calon lain yang mendaftar melalui PDIP, mereka sudah mengikuti penyaringan tahap pertama. Yakni fit and proper test yang digelar di aula kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu-Kamis (18-19/9/2019).

Beberapa kepala daerah/wakil kepala daerah yang mengikuti fit and proper test pada Kamis, di antaranya Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Wabup Ngawi Ony Anwar, Wabup Sumenep Achmad Fauzi, Wabup Kediri Masykuri,  Wabup Lamongan Kartika Hidayati, dan Wabup Mojokerto Pungkasiadi.

Baca juga:

1. Hari ke-2, Fit and Proper Test Bakal Cakada PDIP Diikuti 71 Kandidat
2. Soal Rekomendasi Calon Kada, Kusnadi: Bisa Turun kepada Siapa Saja!
3.Tekad PDIP Jatim, 2020 Memenangkan 13 Pilkada Kabupaten/Kota

Mereka termasuk bagian dari 57 kandidat dari 11 kabupaten/kota yang hadir di kantor DPD PDIP Jatim pada hari kedua pelaksanaan fit and proper test.

“Yang diundang 71 yang hadir 57 ada beberapa yang yang izin karena sesuatu. Yang izin baik hari ini dan juga kemarin, ini akan kita lanjutkan besok,” kata Wakabid Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Budi Sulistyono kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Bupati Jember dr Faida saat mengikuti fit and proper test di kantor DPD PDIP Jatim, Rabu (18/9/2019)

Pada hari pertama sebelumnya, beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah juga mengikuti fit and proper test. Di antaranya Bupati Jember Faida, Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, dan Wakil Wali Kota Pasuruan yang sekarang menjabat Plt Wali Kota Raharto Teno.

Tentang materi fit and proper test, jelas Kanang, sapaan Budi Sulistyono, sama dengan hari pertama.

“Materinya sama, soal komitmen-komitmen memakmurkan masyarakat dan komitmen harus clear dari korupsi untuk ke depannya,” jelas politisi yang juga Bupati Ngawi dua periode tersebut.

Jika di hari terakhir tetap ada yang tidak datang, menurut Kanang, DPD PDIP Jatim tetap akan mengirimkan berkasnya ke DPP PDI Perjuangan, namun dengan catatan yang bersangkutan tidak hadir.

“Jika DPP masih memberikan kesempatan maka dia akan dipanggil lagi diberikan kesempatan oleh DPP,” paparnya.

Semua kandidat yang sudah mengikuti tahapan fit and proper test, imbuh Kanang, akan diberikan score dan ranking. DPP PDI Perjuangan kemudian akan lebih mempertajam lagi. (goek)