oleh

Sembako untuk Warga Surabaya Terdampak Covid-19 Cukup untuk 2 Bulan

SURABAYA – Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana menilai bantuan sembako yang dianggarkan dari APBD Surabaya 2020 senilai Rp 160 miliar bisa meringankan beban warga Kota Pahlawan selama pandemi virus Corona (Covid-19).

“Estimasi dengan anggaran itu bisa untuk membantu masyarakat hingga dua bulan ke depan,” kata Whisnu, Sabtu (11/4/2020).

Menurut dia, bantuan sembako diberikan Pemkot Surabaya setelah melihat fakta banyak di antara warga yang harus kehilangan penghasilan sebagai dampak pandemi Corona.

Dia memastikan Pemkot Surabaya berupaya semaksimal mungkin dalam melindungi warganya dari dampak pandemi ini, khususnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Selain sembako, lanjut Wawali yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, penyemprotan disinfektan di perkampungan Kota Surabaya terus berjalan secara bergiliran.

Meskipun, tidak bisa dipungkiri saat ini kemampuan Pemkot Surabaya dalam penyemprotan disinfektan terbatas dan masih fokus pada wilayah yang warganya memiliki status orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tapi wilayah lain silakan mengajukan kepada kami,” ujar mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah melakukan inisiatif luar biasa untuk bersama-sama mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Whisnu Sakti juga mengingatkan warga terkait dengan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi selama pandemi Covid-19, yakni tidak keluar rumah apabila tidak sangat diperlukan, tidak lupa memakai masker, dan juga cuci tangan.

“Jaga kebersihan serta makan makanan yang mampu memperkuat sistem imun tubuh,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan Wali Kota Tri Rismaharini memaparkan restrukturisasi anggaran dari APBD Surabaya murni tahun 2020 sesuai dengan Permendagri No 20/2020 untuk penanganan Covid-19.

“Besarnya sementara ini Rp196 miliar. Sebesar Rp160 miliar untuk pemberian sembako, kebutuhan makanan, dan keluarga MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) selama 2 bulan. Angka ini bisa begerak dinamis karena pemerintah pusat juga memberikan kebijakan jaring pengaman sosial,” jelasnya.

Legislator yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini mengatakan bahwa DPRD Surabaya mendukung penuh terhadap upaya-upaya yang dikerjakan dan akan dilakukan wali kota dan semua jajaran pemkot akibat wabah Covid-19.

“Ini membutuhkan penanganan yang kompak agar situasinya cepat mereda dan kehidupan normal kembali,” ujarnya. (goek)

rekening gotong royong