Selama Piala Presiden, Legislator Minta Dampak Sosial di GBT Diminimalisir

SURABAYA – Turnamen Piala Presiden 2018 rencananya bakal dimulai Selasa (16/1/2018) depan. Gelora Bung Tomo (GBT) termasuk salah satu tempat penyelenggaraan turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2018 tersebut.

DPRD Surabaya mendukung penyelenggaraan kejuaraan sepak bola Piala Presiden 2018 yang digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di GBT.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, pihaknya mendukung penuh turnamen tingkat nasional itu berlangsung di Kota Pahlawan.

Meski demikian, tetap harus diperhatikan dampak terhadap masyarakat di sekitar GBT. Sebab, jelas Syaifuddin, hal ini tidak hanya menyangkut soal penyelenggaraan pertandingan yang dilakukan panpel klub Persebaya tersebut.

“Tapi sudah menyangkut kepentingan masyarakat umum di Surabaya Barat, karena faktanya berdampak sosial yang sangat parah,” kata Syaifuddin Zuhri, kemarin.

Pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menyebutkan, salah satu dampak yang sering dikeluhkan masyarakat adalah akses jalan menuju GBT yang macet total setiap digelarnya pertandingan sepak bola.

Selain itu, fasilitas parkir yang tersedia juga menjadi biang utama timbulnya kemacetan akut di wilayah tersebut.

Legislator yang akrab disapa Cak Ipuk ini mengatakan, DPRD dan Pemkot Surabaya belum bisa bicara soal revitalisasi akses jalan masuk Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), meskipun itu salah satu solusi agar tidak terjadi penumpukan massa atau penonton.

“Saat ini kami hanya bisa memaksimalkan kondisi dan fasilitas yang ada karena di tahun 2018 tidak ada arah kesana. Tetapi jika persoalan lahan parkir ini bisa terselesaikan dengan capat, maka kejadian yang lalu tidak akan terulang,” ujarnya.

Pihaknya sudah minta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, terutama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya segera bertindak cepat di lokasi untuk meminimalisir terjadinya dampak seperti yang terjadi selama ini. (goek)