Sampaikan Titipan Megawati, Sekjen PDIP Kunjungi Ma’ruf Amin

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi calon wakil presiden (cawapres) Ma’ruf Amin.

Selain melaporkan untuk bergerak ke Aceh, Hasto juga menyampaikan titipan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke cawapres nomor urut 01 itu.

Salah satunya, sebut Hasto, menyerahkan buku berjudul The Brave Lady. Buku tersebut berisi tulisan para menteri kabinet saat Megawati menjabat sebagai presiden.

Para penulisnya termasuk Boediono, Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro, dan lain-lain. “Jadi ini bukunya saya serahkan, termasuk sejumlah buku lainnya,” kata Hasto di Rumah Situbondo, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Dia mengatakan, buku itu diberikan, lantaran Ma’ruf tak bisa hadir secara langsung di perayaan HUT Megawati pada 23 Januari lalu. Saat itu, Ma’ruf sedang melakukan safari di Jawa Timur.

“Saat itu Kiai Ma’ruf menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ibu Megawati lewat sebuah video. Ibu Mega sangat bahagia menontonnya,” ungkap Hasto.

Dalam pertemuan ini, Hasto juga menyampaikan sejumlah persoalan kepada Ma’ruf Amin, di antaranya hasil sejumlah lembaga survei yang dianggap positif pasca-debat hingga rencana safari politik TKN ke Aceh.

Mulai Rabu, PDIP menggelar safari kebangsaan di Aceh. Rombongan ini juga akan diikuti TKN dan utusan Ma’ruf Amin, Habib Soleh beserta Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukman Hakim.

Mereka akan berkeliling Aceh untuk menyampaikan visi dan misi Jokowi-Ma’ruf sekaligus menjelaskan tudingan-tudingan miring kepada paslon nomor 01.

Titip Untuk Aceh

Sementara itu, soal niatan PDIP Ke Aceh, Ma’ruf menyatakan dirinya memang mendorong agar Hasto dan para anggota TKN lainnya untuk terus melakukan safari ke berbagai daerah. Dan salah satunya adalah ke Aceh yang memang banyak mendapat perhatian dari Jokowi.

“Saya ingin Aceh itu menjadi daerah maju. Apalagi potensi Aceh cukup besar dan banyak,” kata Ma’ruf.

Di era sebelumnya, kata dia, Aceh belum terlalu mendapat perhatian yang besar. Padahal Aceh punya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

“Di sana juga punya semangat juang patriorisme yang tinggi. Karena itu jangan sampai rakyat di Aceh tidak kita berikan peluang dalam rangka memajukan Indonesia di bagian barat,” pungkasnya. (goek)