Sambut Ramadan dan Lebaran, PDIP Jatim Bikin Konten Khusus di Medsos

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memproduksi sejumlah konten khusus menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Partai berlambang banteng ini bakal merilis konten-konten tersebut dalam sebulan ke depan di berbagai saluran media sosial dan aplikasi perpesanan (social messenger).

“Bentuknya infografis, video, dan semacam seri film singkat. Kami kemas fun, ringan, namun tetap inspiratif dan mengandung pesan yang kuat, seperti soal kebangsaan dan kasih sayang orang tua,” ujar Ketua PDIP Jatim Kusnadi, Sabtu.

Wakil ketua DPRD Jawa Timur ini mengatakan, di era saat ini, pemasaran politik tidak melulu dilaksanakan dengan konsep hard selling.

“Justru dengan gaya baru dan tampilan visual menarik, pesan bisa tersampaikan dengan baik. Bahkan, ada konten yang kami bikin, sama sekali tidak bicara partai, tapi hanya berisi pesan-pesan edukatif ke publik. Ini model pemasaran politik baru yang kami mulai di Jawa Timur,” ujarnya.

Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno menambahkan, sejumlah konten yang diproduksi PDIP Jatim menyambut Ramadan ini antara lain berbentuk video dan seri film singkat.

Terdapat dua tema besar, yaitu #NgajiAsyik dan “Langkah Kecil Perjuangan”. #NgajiAsyik berisi lima seri video terkait materi keagamaan dengan gaya yang ringan.

Beberapa bahasan yang disajikan antata lain “Sukaria Menyambut Ramadan”, “Baper Maksimal, Baper Minimal”, “Tarawih Zaman Now”, “Ramadhan Tak Pernah PHP”, dan “Kebaikan Seperti Balapan, Harus Dilombakan”.

“Adapun dalam tema ‘Langkah Kecil Perjuangan’ kita hadirkan dua seri kisah inspiratif tentang arti pengorbanan dan makna tanggung jawab,” kata Sri Untari.

Legislator DPRD Jatim asal Malang itu menambahkan, media sosial dan social messenger dipilih sebagai medium karena bisa lebih efektif dalam menyampaikan pesan yang diusung dalam konten-konten tersebut.

“Media sosial dan berbagai aplikasi pesan instan telah hadir mengiringi kehidupan kita, bahkan nyaris 24 jam. Partai harus merespons perubahan perilaku publik tersebut agar bisa tetap relevan dan diterima dengan baik,” tuturnya. (sa)