Sambut HUT Kemerdekaan, Kader PDIP Surabaya Nyekar Makam Pak Tjip

SURABAYA – Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Surabaya melakukan ziarah ke makam Ir Soetjipto dan Ir Sudjamiek, orangtua dari Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Minggu (16/8/2020).

Ziarah ke makam mantan Sekjen PDI Perjuangan di TPU Keputih ini sekaligus untuk menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan. Acara nyekar dan kirim doa ini diikuti Whisnu Sakti Buana,  serta jajaran pengurus DPC PDIP Kota Surabaya dipimpin ketuanya, Adi Sutarwijono.

Ratusan massa mengenakan atribut partai serba merah, sudah berkumpul sekitar pukul 12.30 WIB di Komplek TPU Keputih. Acara nyekar dimulai setelah Whisnu Sakti, dan Adi Sutarwijono tiba di lokasi beberapa saat kemudian.

Dalam sambutan mengenang perjuangan Ayahandanya, Whisnu Sakti menekankan arti sebuah Kepemimpinan. Sosok pemimpin, sebut politisi yang akrab disapa WS ini, tetap menjalankan amanah dalam kondisi apapun.

“Dalam medan pertempuran meski kaki tertancap tombak, jangan pernah sekalipun berteriak sakit atau menangis. Pemimpin harus tegar karena kalau terlihat sakit dan menderita, pasukan bisa kocar-kacir,” kata Whisnu.

Suami Dini Syafariah Endah ini pun mengimbau seluruh kader dan simpatisan partai tetap berjuang penuh dalam mengemban tugas dan mandat partai. “Sama seperti teladan yang telah diajarkan almarhum Pak Tjip,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sedang Adi Sutarwijono mengatakan, acara ziarah ini sebagai bentuk penghormatan dan mengenang terhadap almarhum Ir Soetjipto, sebagai Tokoh Partai Nasional.

“Kita hadir pada siang hari ini untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan terhadap almarhum Pak Tjip (Sapaan Soetjipto) dan juga rangkaian peringatan HUT RI Ke-75,” terangnya.

Mantan wartawan yang kerap disapa Awi ini ingat betul terhadap sosok Soetjipto semasa hidup. Terutama dalam membesarkan dan mengawal PDI Perjuangan.

Sebuah kredo yang masih diingat pria yang juga Ketua DPRD Surabaya ini, adalah tentang loyalitas almarhum terhadap Keluarga Bung Karno.

”Beliau tetap membela dan berjuang bersama Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) di partai. Api semangat inilah yang harus kita warisi dalam perjuangan partai,” ujarnya. (goek)