Sambut 1 Juni, PDIP: Momen Kembalikan Roh dan Jiwa Pancasila

JAKARTA – DPP PDI Perjuangan menggelar acara Lingkar Dialog Pancasila dengan tema “Masa Depan Pancasila: Prospek dan Ancaman” di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). Dialog Pancasila itu digelar untuk menyambut peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2019

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan, Pancasila yang disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945 merupakan bukti bahwa bangsa yang besar tidak untuk dipecah belah.

Dia juga berkisah bagaimana muncul isu Pancasila 1 Juni 1945 hanya untuk golongan Soekarnois, sedangkan piagam Jakarta hanya untuk kaum muslim. Basarah menyebut, hal itu merupakan upaya untuk memecah belah bangsa.

“Pancasila bangsa Indonesia hanya satu, bukan dua atau tiga,” tegas Basarah.

Politisi yang juga Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, bangsa Indonesia harus berbangga punya Presiden Joko Widodo yang tegas dan telah mengeluarkan kepres tentang hari lahirnya Pancasila 1 Juni pada tahun 2016 lalu.

“Bersyukurlah kita punya presiden mengeluarkan kepres hari lahirnya Pancasila,” tegas legislator dari Dapil 5 Jawa Timur tersebut.

Oleh sebab itu, para pemuka agama, perwakilan ormas, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang hadir dalam dialog diharapkan mampu menyumbang masukan-masukan dan kritikan agar bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno ini mampu diresapi baik di kalangan masyarakat Indonesia.

“Ini sebagai peringatan Bulan Bung Karno. DPP PDI Perjuangan ingin mendengarkan masukan-masukan dari tokoh-tokoh agama dan lainnya, untuk memberi masukan kepada PDI Perjuangan baik sebagai parpol maupun sebagai partai pemerintah,” jelas Basarah.

“Peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2019 ini bukan sekedar seremoni, kita beri roh dan jiwa, kita kembalikan semangat Pancasila,” tambah dia.

Menurut Basarah, Juni merupakan Bulan Bung Karno, karena di bulan ini ada momen-momen bersejarah terkait sang Proklamator Kemerdekaan RI tersebut.

“Bulan Juni Bulan Bung Karno, pertama tanggal 6 juni 1901 lahirnya Bung Karno, 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila, dan 21 Juni 1970 wafatnya Bung Karno,” jelas Basarah.

Basarah juga menyebut selain Soekarno pemimpin RI lainnya juga lahir di bulan Juni. Seperti Soeharto (8 Juni), Habibie (25 Juni), Jokowi (21 Juni).

Turut hadir dalam acara itu, perwakilan organisasi keagamaan yakni PB Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, PGI (Persatuan Gereja-Gereja Indonesia), Presidium KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), Parisada Hindu Dharma Indonesia, Walubi (Perwakilan Umat Budha Indonesia) dan Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia).

Acara ini juga dihadiri perwakilan organisasi seperti The Wahid Foundation, Ma’arif Institute, ICRP (International Conference on Religious and Peace), Vox Populi Institute.

Lalu Komunitas Bela Indonesia, Setara Institute, Para Syndicate Institute, Ketua ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika), The Mega Institute, DPP TMP (Taruna Merah Putih), DPN Repdem (Relawan Perjuangan untuk Demokrasi), DPP Bamusi (Baitul Muslimin Indonesia), DPP Ganti (Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia) dan DPP BMI (Banteng Muda Indonesia).

Hadi pula sejumlah perwakilan BEM se-Jakarta dan organisasi kemahasiswaan seperti HMI, GMNI, PP PMKRI, GMKI, PMII, IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI dan LMND. (goek)