Sambil Menunggu Pelantikan, Cawabup Nganjuk Terpilih Serap Aspirasi

NGANJUK – Calon Wakil Bupati Nganjuk terpilih, Marhaen Djumadi, langsung tancap gas untuk serap aspirasi masyarakat terkait masih banyak terjadi permasalahan di bawah.

Semua permasalahan yang terjadi itu akan menjadi tanggungan Cabup-cawabup terpilih H Novi Rahman Hidayat – H Marhaen Djumadi nantinya setelah dilantik pada Oktober 2018 nanti.

Salah satunya yang mendesak masalah para pedagang Pasar Kertosono yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan singkat bersama sekitar tujuh puluh pedagang Pasar Kertosono kemarin, banyak masukan atau aspirasi dari mereka. Di antaranya menyangkut adanya pinjaman lunak yang diberikan kepada para pedagang untuk penambahan, serta penguatan modal usaha.

Juga masukan agar pasar yang terbakar itu dibangun kembali, dan tuntutan penempatan kembali kios tanpa adanya pembeli mulai awal.

Pedagang pun berharap pasar baru nantinya tetap menempati lahan pasar lama yang terbakar, karena lokasinya dianggap sangat strategis, yakni di pusat wilayah kecamatan .

Soal aspirasi pedagang, wabup terpilih atau yang kerap disapa Kang Marhaen itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan membangun kembali Pasar Kertosono setelah dia bersama Novi resmi dilantik.

Dirinya juga memaparkan bahwa segala aspirasi yang telah diserap tadi akan diperjuangkan. Seperti soal pinjaman lunak, pemberdayaan para pedagang, dan soal penempatan lapak tanpa pembelian kembali.

“Ini semua kami lakukan semata untuk kesejahteraan para pelaku usaha di Pasar Kertosono,” ujar Marhaen, yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Dia menambahkan, upaya membantu pasar pedagang ini sebagai salah satu misi visinya bersama Cabup Novi untuk mewujudkan Kabupaten Nganjuķ lebih bermartabat di segala bidang

“Untuk sementara, memang masih saya serap aspirasi dari pedagang terdampak kebakaran beberapa bulan lalu. Insya Allah pasti akan benar-benar kami perjuangkan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi Pasar Kertosono selama ini menjadi sentra ekonomi di wilayah ini,” katanya. (endyk)