Said Abdullah: Politik Ekonomi PDI Perjuangan itu Pro-Wong Cilik

JAKARTA – Politisi senior PDI Perjuangan asal Sumenep, Madura, Said Abdullah yang terpilih menjadi Ketua Bidang Perekonomian DPP PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk membumikan Trisakti Bung Karno

“Sebagai kader yang loyal, saya siap menjalankan semua tugas yang diamanahkan Ketua Umum PDI Perjuangan. Saya akan menjaga marwah partai dan selalu bekerja dalam koridor yang digariskan partai,” tegas Said Abdullah, kemarin.

Mantan Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini mengatakan, Trisakti yang diajarkan Bung Karno sangat relevan untuk generasi masa kini.

“Prinsip Trisakti sangat relevan untuk terus dipahami dan diwujudnyatakan oleh generasi milenial dalam menghadapi tantangan yang ada,” ujarnya.

Untuk itu, anggota DPR RI tiga periode ini siap mengimplementasikan konsepsi ekonomi Soekarno. Hal ini didorong oleh semangat nasionalisme dengan tujuan menyejahterakan rakyat serta mewujudkan kemakmuran dan keadilan dengan jiwa gotong-royong.

“Program kami ke depan, bagaimana menguatkan basis perekonomian masyarakat. Karena itu, kami konsisten menerapkan prinsip Trisakti Bung Karno sebagai pijakan strategis operasional,” kata Said.

Dia menambahkan, konsepsi ekonomi Soekarno merupakan sistem ekonomi yang terintegrasi dengan pembangunan dengan konsep berdikari dan Tri Sakti. Yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Karena itu, membumikan konsep Tri Sakti ini akan menjadi program kerjanya selama lima tahun mendatang.

“Politik ekonomi PDI Perjuangan itu pro-wong cilik (rakyat kecil). Intinya, bagaimana memberdayakan ekonomi para bakul-bakul di pasar tradisional (pedagang kecil), kaum marjinal, pemilik warung, para petani dan pelaku industri kerajinan,” katanya.

Keunggulan konsepsi ekonomi Bung Karno, sebut Said, meletakkan rakyat sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi. Bahkan konsepsi ini menjadi pedoman bagi PDIP dalam mendesain kebijakan ekonomi yang pro-wong cilik.

“Konsepsi ekonomi Soekarno adalah sistem ekonomi yang menumbuhkan kesejahteraan rakyat dan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi rakyat berdasarkan Pancasila,” jelas dia.

Untuk itu, tegas Said, program pembangunan haruslah dirancang dengan melibatkan partisipasi rakyat. Artinya, pembangunan harus berorientasi pada kepentingan dan kemakmuran rakyat.

“Jadi, semua program yang saya buat nanti semuanya bermuara bagaimana ekonomi wong cilik ini terdongkrak naik selaras dengan cita-cita kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Selain itu, program lainnya adalah memperkuat peran serta kedudukan ekonomi negara. Hal ini sejalan dengan prinsip pasal 33 UUD 1945. Dia menyebut hal itu penting guna memastikan bahwa perekonomian berjalan sesuai rencana.

“Sektor ekonomi strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Dan hasilnya harus dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat,” kata Said. (goek)