oleh

Saat Jokowi Terobos Hujan Seorang Diri di Tengah Sawah

-Berita Terkini, Kronik-17 kali dibaca

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meninjau lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/2021). 

Saat melakukan peninjauan, Jokowi sempat berjalan seorang diri ke tengah area persawahan. Ketika itu, hujan turun dengan derasnya. 

Peristiwa ini didokumentasikan fotografer Presiden, Agus Suparto. Momen tersebut juga diabadikan warga sekitar melalui video yang kini beredar luas di media sosial. 

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika Jokowi hendak mengecek ujung pompa air yang ada di area persawahan. 

“Kemarin saat Presiden datang hujan besar, perangkat kepresidenan sudah mengingatkan Presiden untuk tidak ke ujung ke pompa air yang berwarna kotak biru,” kata Bey kepada wartawan, Rabu (24/2/2021). 

Meski sudah diingatkan, Jokowi tetap berjalan ke tengah sawah untuk memastikan pompa air tersebut berfungsi. Sebab, pompa ini menjadi kunci lumbung pangan di area Sumba Tengah. 

“Karena kita ketahui bahwa Presiden kalau mengecek itu selalu detail,” ujar Bey. 

Selain itu, kata Bey, ada sejumlah warga di ujung area persawahan yang sejak lama menunggu Presiden. Mereka memanggil-manggil nama Jokowi sambil diguyur hujan. 

“Jadi Presiden ingin menyapa dari jarak yang relatif lebih dekat,” kata dia. 

Menurut Bey, pasukan pengaman presiden sebenarnya berada di area itu. Namun, Paspampres tak terlihat di foto maupun video karena berjalan di belakang Presiden. 

“Paspampres ada tapi tidak bisa lebih dahulu berjalan karena jalannya hanya untuk satu orang. Kalau Paspampres lebih dahulu, maka Presiden enggak bisa sampai ke tempat paling ujung,” ucap Bey.

Sementara itu, Bupati Sumba Tengah Paulus S K Limu mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat miskin di daerah tersebut. 

Adapun program itu dicanangkan oleh Menteri Pertanian sejak November 2020. “Beliau (Jokowi) sangat peduli kepada orang miskin karena juga Sumba Tengah (merupakan) salah satu kabupaten termiskin di NTT (dengan angka kemiskinan mencapai) 34 persen,” kata Paulus.

“Artinya beliau sangat punya hati yang luar biasa, cintanya yang betul mulia, memperhatikan betul rakyatnya yang sangat-sangat miskin,” tambah Paulus. 

Ia mengungkapkan, masyarakat dan Pemda Sumba Tengah berterima kasih atas program lumbung pangan tersebut. 

Paulus menyebutkan, saat ini luas lahan food estate di Sumba Tengah sekitar 5.000 hektare yang dibagi dalam lima zona. Dari jumlah tersebut, lahan sawah seluas 3.000 hektare masuk dalam zona satu dan empat. 

Sementara zona dua, tiga, dan lima, merupakan lahan jagung dengan luas 2.000 hektare. 

Saat ini, imbuh Paulus, pertumbuhan padi dan jagung cukup bagus. Dia berharap Jokowi bisa berkunjung kembali pada saat panen raya. (goek)