oleh

Saat Ipuk-Sugirah Kali Pertama Kenakan Baju Dinas Kepala Daerah, Ini Fotografernya

IPUK Fiestiandani dan Sugirah resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi periode 2021-2024 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Wibawa Grahadi, Surabaya, Jumat (26/2/2021). 

Usai pelantikan, jago PDI Perjuangan di Pilkada Banyuwangi 2020 itu melaksanakan sesi pemotretan dengan mengenakan baju dinas yang akan dikenakan dalam acara resmi dan upacara besar. Ipuk-Sugirah, memilih fotografer Achmad Zulkarnain yang lebih dikenal Bang Dzoel, untuk memotret dirinya.

Seperti yang diunggah di akun Instagram-nya, @ipukfdani, istri mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tersebut mengucapkan terima kasih kepada Bang Dzoel atas sesi pemotretan tersebut. 

“Terima kasih Mas Achmad Dzulkarnain @bangdzoel_ sudah bersedia mengambil gambar untuk saya dan Pak Sugirah mengenakan pakaian dinas untuk kali pertama,” ujar Ipuk, Jumat (26/2/2021).

Lalu, siapa Bang Dzoel, sosok di balik sesi pemotretan Ipuk-sugirah, Ada yang menarik dari sosok sang fotografer tersebut, yang ternyata penyandang disabilitas. Namun di balik kekurangannya tersebut Bang Dzoel memiliki prestasi luar biasa di bidang fotografi. 

Pria asli Banyuwangi tersebut berbeda dengan orang pada umumnya, yakni tidak memiliki tangan dan kaki. Dengan keadaannya itu, bukan berarti dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. justru itulah yang membuatnya spesial. 

Bang Dzoel dikenal sebagai fotografer profesional walau dengan anggota tubuh yang dibilang tidak sempurna. Karya-karya fotografinya sangat luar biasa, bisa dilihat di akun instagram @bangdzoel_ yang pada Februari 2021 ini sudah memiliki pengikut sebanyak 110 ribu follower.

Awalnya sulit dipercaya sosok Bang Dzoel bisa memasang perangkat kamera layaknya fotografer profesional lainnya yang notabene kondisi fisiknya normal. Tapi memang demikian adanya, berkat kerja keras dan doa-doanya, kini karya fotografi Bang Dzoel sudah dilirik berbagai media baik nasional maupun internasional.

Mengawali Karir sebagai Tukang Foto KTP

Dia mengawali profesinya sebagai tukang foto KTP di desanya, selama empat tahun dengan kamera pinjaman dari tetangga dan juga bekerja di warnet. Kini Achmad Zulkarnain mendirikan bisnis fotografi yang diberi nama Bang Dzoel. 

Padahal menurut pengakuannya saat diwawancarai berbagai media, ia harus berjuang keras untuk bisa memiliki kamera DSLR. Untuk kamera DLSR pertamanya, Dzoel membeli secara kredit selama 18 bulan, 

Bang dzoel berhasil mendapatkan Rekor MURI, atas karya karyanya di bidang fotografi. Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, salah satu media Internasional, Bang Dzoel mengatakan hal yang paling konyol adalah ketika semua orang menganggap dirinya disabilitas. 

“Tapi, saya punya cara sendiri dalam beraktivitas,” dan hal itu kini yang dibuktikan Bang dzoel melalui karya-karyanya. 

Dengan kondisi tubuh seperti itu, memang tidak selalu mudah untuk mengambil angle foto, tapi Bang Dzoel memilih berjuang untuk mewujudkan impiannya. 

Mungkin pemotretan di tempat-tempat yang aman sudah terlalu biasa, sehingga Bang Dzoel menantang dirinya untuk bisa melakukan pemotretan di kawah ijen. 

Pernah terjatuh dari tebing pun tidak membuatnya menyerah. Seperti yang dikatakan Bang Dzoel kepada media-media yang meliput dirinya, 

“Saya memiliki cara sendiri untuk melakukan sesuatu. Saya tidak ingin orang melihat gambar saya dan memikirkan siapa saya. Saya hanya ingin mereka melihat kreativitas saya,” ujarnya. 

“Dan saya ingin membuktikan pada orang-orang yang pernah meragukan saya, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” lanjut Bang Dzoel yang juga sudah berkesempatan untuk sekolah fotografi Darwis Triadi di Jakarta.

Dalam banyak kesempatan ketika berbagi inspirasi dan motivasi di berbagai komunitas, sekolah, atau kampus, Bang Dzoel selalu berusaha menguatkan mental dan memupuk kepercayaan diri teman-teman difabel. 

Dia mengajak mereka untuk jangan pernah menghentikan langkah ke depan  “Jika Anda ingin menjadi yang terbaik, hapus pemikiran bahwa Anda cacat. Anda tidak harus sempurna untuk menjadi yang terbaik dengan apa yang Anda lakukan,” tuturnya. 

Yang jelas, dari kisah hidup Bang Dzoel bisa diambil pelajaran bahwa nasib baik selalu berpihak kepada mereka yang tetap melakukan hal positif meskipun berada dalam keterbatasan. (ryo)