RS Milik Pemkot Surabaya Bakal Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir

SURABAYA – Pemkot Surabaya bakal meningkatkan pelayanan kesehatan di dua rumah sakit miliknya, RSUD dr Soewandhie dan RSUD Bhakti Darma Husada (BDH).

Di RSUD Soewandhie akan dilengkapi radioterapi, sedangkan di RSUD BDH diberi fasilitas kedokteran nuklir. Konsep ini sebelumnya sudah digagas bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan segera direalisasikan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan penambahan fasilitas di rumah sakit karena untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Saya kasihan kepada para pasien penyakit kanker yang menunggu antrean untuk radioterapi terlalu lama,” Risma, Selasa (17/9/2019).

Pasien kanker selama ini menunggu antrean untuk radioterapi kurang lebih empat sampai lima bulan. Sebelum itu, mereka hanya rawat jalan dan melakukan terapi.

Karena itu kemudian pihaknya tergerak untuk menciptakan inovasi pelayanan radioterapi. Hal ini mengingat hanya beberapa rumah sakit di Surabaya yang menyediakan pelayanan tersebut.

“Nantinya ini akan sangat membantu pasien,” jelas wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Risma pun menambahkan pihaknya akan memberikan pelayanan lainnya yang berbeda. Misalnya, ruangan untuk radioterapi dan kedokteran nuklir didesain unik.

Hal itu agar pasien yang berobat tidak merasa sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendrig Winarto mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh dua program yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya itu.

“Sebenarnya nuklir itukan banyak manfaatnya, bisa digunakan energi bauran, termasuk kedokteran nuklir,” katanya. (goek)