Risma-Whisnu ‘Haramkan’ Kampanye Curang

pdip jatim - tagline risma-whisnuSURABAYA – Pasangan calon wali kota-wakil wali kota, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana ‘mengharamkan’ tindakan curang selama kampanye Pilkada Surabaya. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini akan mematuhi tahapan Pilkada 2015 sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami akan on the track selama proses pemilu, dan tidak akan melanggar apapun. Dari awal, kami tidak akan curang. Insya Allah hasilnya akan lebih baik ke depan,” kata Risma, saat silaturahmi dengan media di kediaman Wali Kota Surabaya, Minggu (27/9/2015).

Baca: Dapat Nomor Urut 2, Risma: Victory!

Masa kampanye Pilwali Surabaya 2015 dijadwalkan mulai 27 September-5 Desember 2015. Risma dan Whisnu sendiri mengakhiri masa jabatan sebagai wali kota dan wakil wali kota mulai 28 September.

Pada kesempatan yang sama, Whisnu Sakti Buana menyatakan, pihaknya minta maaf kepada masyarakat apabila masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan selama ini. Dia menyatakan, jika dipercaya kembali memimpin pemerintahan selama 5 tahun mendatang, akan semaksimal mungkin meningkatkan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Baca juga: Jelang Akhiri Jabatan, Risma-Whisnu Pamitan di Acara CFD

“jika kembali diberi amanah, kita akan melanjutkan program yang telah dicanangkan, namun belum bisa dilaksanakan,” tegas Whisnu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang selama ini bersama-sama pemkot ikut membangun kota Surabaya. “Partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga menentukan kemajuan kota yang terus bertambah,” kata dia.

Warga Antusias Dukung Risma-Whisnu

Sementara itu, jajaran pengurus PDI Perjuangan Surabaya menyatakan siap all out memenangkan pasangan Risma-Whisnu dalam Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember depan.

Strategi untuk meraih suara maksimal itu, di antaranya mendirikan posko pemenangan di tiap RW se-Surabaya yang diperkirakan mencapai 2.004 posko. “Kita akan mendirikan posko pemenangan di setiap RW. Harapannya, di setiap RW kita bisa meraih suara maksimal saat pilwali nanti,” ucap Sukadar, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Yang mengejutkan, ungkap Sukadar, munculnya antusiasme dukungan warga terhadap pasangan Risma-Whisnu. Menurut dia, awalnya PDI Perjuangan ingin mendirikan posko pemenangan di tiap RW, namun belakangan banyak yang minta posko serupa dibentuk di lingkungan RT.

“Kami yakin posko pemenangan akan terus bertambah. Indikasinya, masih banyak RW atau RT yang menghubungi kami dan minta di kampungnya didirikan posko,” ucapnya. (goek)