Risma-Whisnu Bakal Gratiskan Buku Paket Sekolah

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmuSURABAYA – Ada gebrakan baru yang bakal dilakukan pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. Pasangan petahana ini tidak hanya melanjutkan program pendidikan gratis bagi siswa SD hingga SMA/SMK, tapi juga bakal menggratiskan buku pelajaran sekolah bagi seluruh siswa.

Saat ngobrol dengan warga di acara Ngopi Bareng di Kampoeng Ilmu, Jalan Semarang, Minggu (8/11/2015), Whisnu Sakti mengungkapkan, pemberian buku paket pelajaran gratis tersebut menunjukkan komitmen pasangan nomor urut dua itu, untuk merealisasikan wajib belajar 12 tahun.

“Jika berbicara wajib belajar 12 tahun, maka seluruh kebutuhan siswa harus kita support,” ujar Whisnu.

Dia memperkirakan, alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk pemberian buku paket pelajaran gratis relatif kecil, sekitar 1 persen dari total APBD Kota Surabaya. “Sudah kita hitung, tak sampai 1 persen dari APBD. Masih bisa kita penuhi,” terangnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, pemenuhan kebutuhan para siswa terus dilakukan secara berkelanjutan. Yakni, setelah SPP dan uang gedung gratis, pihaknya melanjutkan dengan menggratiskan buku paket pelajaran.

Bahkan, juga untuk pemenuhan perlengkapan laptop di sekolah. “Tahun depan pilot project laptop,” ungap Whisnu.

Pemenuhan fasilitas sekolah berupa laptop, lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu, dilakukan agar siswa kurang mampu bisa mengikuti pelajaran yang membutuhkan sarana komputer jinjing tersebut.

“Selama ini kalau gak punya harus ke warnet. Kan kasihan, nanti kita siapkan di sekolah,” terang pria yang akrab disapa Mas WS ini.

Dia menambahkan, fasilitas laptop tersebut bisa dimanfaatkan para siswa satu angkatan secara gratis pula. Sementara untuk kebutuhan seragam sekolah, Whisnu menyatakan, selain siswa miskin, pihaknya juga memberikan secara gratis bagi warga yang merasa berat untuk membeli seragam sekolah.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menambahkan, sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sebenarnya untuk biaya pendidikan SMA/SMK terancam tak gratis lagi, setelah pengelolaan diambil alih Pemprov Jatim. Namun, untuk mempertahankan biaya pendidikan gratis, pihaknya semasa menjabat Wakil Wali Kota Surabaya telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), agar peraturan tersebut direvisi.

“Kita berjuang menggugat aturan yang mengancam pendidikan gratis ke MK. Kita tetap ingin siswa SMA/SMK yang warga Surabaya, tetap memperoleh pendidikan gratis,” ungkapnya.

Kepedulian pasangan Risma-Whisnu terhadap dunia pendidikan, tambah dia, bukan hanya pada jenjang pendidikan tingkat dasar dan menengah. Dalam program kerjanya, dirinya bersama Tri Rismaharini bahkan akan memberikan 1.000 beasiswa gratis bagis siswa dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ke depan kita rintis sekolah strata-1 gratis,” ungkapnya

Mekanismenya, mereka yang tergolong siswa dari keluarga tak mampu mengikuti seleksi untuk mendapatkan program beasiswa tersebut. Putra mantan Sekjen DPP PDIP Ir. Sutjipto ini mengungkapkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya guna merealisasikan kuliah gratis tersebut.

“Kita sudah kerja sama dengan Unair dan ITS. Jika PTN kan bagus,” tandasnya.

Dengan alokasi anggaran sekitar 32 persen dari total APBD yang mencapai Rp 7,6 triliun, imbuh Whisnu, akan bisa mengkover seluruh pelayanan pendidikan gratis yang direncanakan. “Dengan alokasi anggaran 32–33 persen, tahun depan bisa mengkover semua itu,” kata dia.

Ngobrol bareng mantan wakil wali kota dengan sejumlah warga di Kampoeng Ilmu tidak hanya membahas masalah pendidikan. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan beragam aspirasinya, mulai dari masalah kesenian dan budaya, hingga tanah surat ijo.

Sejumlah elemen masyarakat yang hadir dalam pertemuan di Kampoeng ilmu, di antaranya remaja masjid, warga Kampung Soekarno, Karang Taruna, kelompok musik Banjari Man Mahabbah, Perguruan Seni Budaya Kampung Ilmu, Kelompok Bimbingan Belajar, dan warga sekitar. (goek)