Risma Ubah Pesisir ‘Mbulak’ Jadi Kinclong

sentra-ikan-bulakSURABAYA – Ikon Wisata di Kota Surabaya akan bertambah jika nantinya jembatan yang melayang di atas pesisir Kenjeran di Kecamatan Bulak telah diresmikan Wali Kota Tri Rismaharini.

Selama ini wisatawan lebih mengenali piknik di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Jembatan Suramadu. Sedangkan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran tidak begitu menarik perhatian dengan dalih kotor dan akses yang cukup susah.

Tapi, di tangan Risma niat mengubah citra Pantai Kenjeran mulai ditempuh. Pelan namun pasti, perencanaan disiapkan secara matang oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko).

Salah satu upaya untuk mendongkrak wisatawan kembali ‘menghargai’ kawasan Pantai Kenjeran, Risma bersama jajarannya pun membangun Sentra Ikan Bulak di kawasan yang mayoritas penduduknya nelayan itu. Sentra ikan yang menghadap pesisir itu dibangun moderen dan megah.

Niat Risma untuk menghidupkan roda wisata di kawasan timur Surabaya itu tidak mudah. Tekadnya cuma satu, yaitu mengubah wajah pojok Surabaya itu menjadi kinclong dan bersaing dengan kecamatan lainnya.

“Namae Bulak atau biasane orang nyebut mbulak artinya kusam. Tapi sekarang harus kinclong,” kata Risma saat bertandang ke Sentra Ikan Bulak, Kamis (25/2/2016) malam.

Dia bersama rombongannya menikmati makan malam di lantai dua sambil menikmati panorama taman yang sedang dibangun di tepi pesisir tersebut.

Sentra Ikan Bulak ini lokasinya tak jauh dari jembatan sepanjang 800 Meter dengan konsep melayang dan memutar di atas pesisir. Risma ingin mengintegrasikan kawasan wisata tersebut menjadi satu kesatuan yang mampu mendorong perputaran ekonomi di Kecamatan Bulak dan Kenjeran menjadi lebih baik.

“Sekarang memang belum terasa, tapi jika jembatan sudah beroperasi maka bisa dilihat hasilnya,” ujarnya, optimistis.

Untuk menunjang impiannya demi warga pesisir tersebut, Risma juga mendorong infrastruktur di kawasan tersebut dibenahi. Dan wujud nyata sudah mulai terasa dengan pelebaran ruas jalan hingga pembersihan sekitar pesisir dari keberadaan pedagang kaki lima.

“Semua masuk ke sentra ikan itu. Di atas kan untuk kuliner,” jelasnya.

Citra Pantai Kenjeran sebagai kawasan mesum juga sudah sirna. Di bibir sungai yang biasanya kerap dijumpai remaja yang pacaran, kini susah dijumpai. Pemkot Surabaya telah memberi pagar di sepanjang bibir yang membatasi dengan jalan raya yang kini dua jalur itu.

“Cantik kan,” ujar Risma saat menyaksikan uji coba di tengah guyuran hujan gerimis tersebut.

Dari jembatan, terang Risma, wisatawan yang ingin belanja ikan atau hasil olahan ikan laut bisa ke Sentra Ikan Bulak yang sampingnya sudah ada taman bermain anak-anak atau play ground itu.

Taman yang lebih indah dengan dilengkapi patung Suro dan Boyo di tepi laut juga saat ini tengah dibangun. “Semua ini untuk kepentingan warga, kita menyiapkan semua agar wisatawan nyaman dan senang. Demikian pula nanti warga di sini juga bisa tersenyum menikmati ramainya wisatawan yang berkunjung,” ucapnya.

Permukiman warga yang berada di sekitar taman yang sedang dibangun pun tak luput dari perhatian. Rumah nekayan ini akan dicat dengan warna-warna yang beraneka ragam agar menyatu dengan keindahan taman.

“Proses ke arah yang lebih baik memerlukan perjuangan dan waktu, dan kita tidak pernah menyerah untuk melakukannya demi kebaikan bersama,” tuturnya. (goek/*)

Foto: skyscrapercity