Risma Terima Ideal Mother Award 2016 di Kairo

pdip-jatim-risma-di-kairoKAIRO – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjadi salah satu tokoh Indonesia yang dianugerahi Ideal Mother Award 2016 di Grand Hall Universitas Cairo, Senin (21/3/2016). Penghargaan diberikan oleh Islamic Educational Scientific and Cultural Organization (ISESCO).

Acara penyerahan penghargaan dilakukan di auditorium yang pernah digunakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan pidato yang ditujukan kepada dunia Arab dan Timur Tengah pada 2009 lalu.

Risma merupakan salah satu dari dua peraih penghargaan Ideal Mother yang didaulat menyampaikan pidato di depan ribuan penonton. Dalam pidatonya, Risma di antaranya menyampaikan upaya perlindungan terhadap anak dari kejahatan human trafficking.

Seperti dengan penutupan sejumlah lokalisasi prostitusi yang menjadikan anak-anak sebagai korban; pemberian fasilitas serta pembinaan bagi anak-anak jalanan dan anak-anak terlantar; dan pembinaan serta fasilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas).

Risma menekankan, sejak dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, dia telah menjadi ibu bagi lebih dari sejuta anak.

Pidato Risma tersebut mendapat respon cukup gemuruh dari para hadirin. Seusai acara, Ambassador Ayman Abdallah al Bayaa, Duta Besar Niat Baik IIMSA – PBB dan Direktur Alwasl International Group – Persatuan Emirat Arab mendatangi Risma dan menawarkan bantuan untuk program pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus di Surabaya.

Pada hari yang sama, sebelum acara penerimaan penghargaan Ideal Mother, Risma juga menghadiri acara temu muka dan silaturahmi dengan Sekolah Indonesia di Cairo. Pada kesempatan tersebut, Risma memberikan motivasi bagi para siswa dan guru SIC.

Kader PDI Perjuangan ini juga menekankan, bahwa tidak ada anak pintar dan anak bodoh. Yang ada, sebutnya, semua anak diberikan kemampuan dan modal untuk sukses, seperti anak-anak disabiltas yang ada di Surabaya, yang menurutnya sangat kreatif dan bisa menghasilkan uang dengan tangan sendiri.

Bahkan menurutnya, di antara anak disabilitas tersebut ada yang memiliki tabungan hingga Rp 70 juta dari hasil karyanya. Pada kesempatan tersebut Risma menyatakan bahwa 60% dari waktu dan pikiran serta aktivitasnya adalah menyangkut anak-anak. (goek)