Risma Siap Menangkan Jago yang Diusung PDIP di Pilgub Jatim

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya memenangkan pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang akan diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Jatim 2018.

“Sebagai kader, saya selalu siap memenangkan,” kata Risma, kemarin.

Dia mengungkapkan, posisi sebagai juru kampanye (jurkam) sudah sering dia jalani. Sebab, PDI Perjuangan telah beberapa kali mempercayakan posisi itu kepada dirinya di beberapa daerah yang menggelar pilkada.

“Kalau jurkam sudah sering saya. Di beberapa daerah, sampai ke pelosok Indonesia,” ujarnya.

Risma menegaskan, tidak akan segan turun langsung dan mengawal pemenangan bagi calon yang diusung PDIP pada pilgub mendatang. “Soal pemenangan itu sudah tugas semua kader. Jadi otomatis kami akan bekerja,” ucapnya.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, bahwa pada 15 Oktober mendatang, belum deklarasi. Namun, baru pengumuman nama bakal calon gubernur maupun wakil gubernur yang diusung PDIP

Sedangkan untuk deklarasi bacagub maupun bacawagub masih akan menunggu komitmen bersama partai politik (parpol) koalisi.

Dia menuturkan, pada acara yang akan berlangsung di kantor DPP PDIP itu, surat rekomendasi tersebut akan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hingga saat ini, ujarnya, nama yang direkomendasikan masih ada di tangan Ketum Megawati Soekarnoputri dan akan dirapatkan pada Sabtu (14/10/2017) dan kemudian diumumkan pada Minggu (15/10/2017) pukul 10.00 WIB.

Dalam proses pembentukan koalisi nantinya, Hasto mengatakan akan berusaha menggandeng partai pro pemerintah.

Sebab, Hasto tak memungkiri, kemenangan PDIP di pilkada merupakan stimulus untuk melancarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang juga diusung sekaligus kader PDIP.

“PDIP menempatkan pilkada ini sebagai momentum membangun komitmen kerakyatan. Sekaligus, memperkuat pemerintahan Pak Joko Widodo,” tandasnya.

Sehingga, untuk mewujudkan misi tersebut, PDIP akan berusaha menggandeng beberapa partai yang berada satu gerbong di pemerintahan pusat. (goek)