Risma Ajak Warga Tak Terpancing Black Campaign

pdip jatim - risma kain batikSURABAYA – Seminggu jelang coblosan Pilwali Surabaya, pasangan Risma – Whisnu mengingatkan warga Kota Pahlawan, agar lebih waspada terhadap upaya-upaya black campaign. Terlebih lagi di masa-masa tenang, yang berpotensi terjadinya serangan fajar.

Cawali Tri Rismaharini mengungkapkan, dari informasi yang dia terima, saat ini ada pihak-pihak terus melakukan serangan terhadap paslon nomor urut dua. Karena itu, dia mengajak warga Surabaya untuk tidak terpancing.

‎”Saya ingatkan warga Surabaya agar tidak terkecoh dengan kampanye hitam. Sebab sekarang sudah ada indikasi munculnya politik uang,” kata Risma, Selasa (1/12/2015).

Dia menyebut, indikasi politik uang itu di antaranya, dengan adanya pihak yang minta pemilih perempuan untuk tidak datang ke TPS saat coblosan 9 Desember. Ajakan agar tak usah datang ke TPS itu disertai iming-iming uang Rp 50.000.

“Pemberi uang itu mengatakan kepada ibu-ibu, ngapain datang ke TPS toh Risma pasti menang. Jadi nggak perlu nyoblos, Risma sudah menang. Bagi yang bersedia, akan diberi uang,” ungkapnya. (PPP Masuk Barisan Pendukung Risma-Whisnu)

Sedangkan untuk para lelaki, lanjut dia, dipersilakan datang ke TPS, untuk memberi hak suaranya. Namun, bagi mereka yang bersedia memotret kertas suara yang sudah dicoblosnya, juga diiming-imingi imbalan sejumlah uang.

“Mereka (kaum laki-laki) diminta memotret surat suara yang sudah dicoblos. Lalu fotonya bisa ditukar dengan uang,” ujar Risma.

Upaya kampanye negatif yang juga dia terima, lanjut Risma, soal informasi yang menyudutkan dirinya. Informasi itu menyebutkan, Risma akan menutup sekolah-sekolah swasta di Surabaya jika menjabat wali kota.

“Masak saya dituduh mau menutup sekolah swasta. Adanya demo guru sekolah swasta di dewan kemarin itu, dijadikan alat untuk menjelek-jelekkan saya,” tandasnya. (goek)