Rieke: Terima Kasih, Kaum Buruh!

imageSURABAYA – Anggota tim kampanye nasional Jokowi-JK, Rieke Diah Pitaloka di depan puluhan perwakilan pekerja industri dan media mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada segenap elemen kaum pekerja atas keunggulan pasangan capres-cawapres Ir. H. Joko Widodo- H. M. Jusuf Kalla versi quick count beberapa lembaga survey.

Menurut Rieke, pasangan Jokowi-JK mampu meraih hasil yang cukup signifikan di daerah yang merupakan basis kaum pekerja. “Di Jawa Timur alhamdulillah kita menang. Saya, atas nama tim kampanye nasional Jokowi-JK mengucapkan terima kasih atas pastisipasi dan dukungan kaum pekerja,” ujar Rieke di depan perwakilan kaum pekerja dan awak media di Rumah Makan Ria Jalan Kombes M. Duryat Surabaya, Senin (14/7/2014).

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan ini juga menuturkan, bahwa keunggulan Jokowi-JK di Jawa Timur merupakan anugerah dan cukup mengejutkan. Dari lima daerah yang merupkan basis buruh, Jokowi-JK hanya mengalami kekalahan di tiga titik. Yakni Manyar (Gresik), Beji (Pasuruan) dan Ngoro (Mojokerto). Sedangkan di Rungkut, Kenjeran, Benowo, Sawahan, Simokerto, Tandes (Surabaya), Driyorejo (Gresik), Gempol (Pasuruan), Mojosari (Mojokerto), Waru, Krian, dan Balongbendo (Sidorajo) dengan sebaran suara rata-rata 60 persen.

Ditanya tentang komitmen Jokowi-JK terhadap kaum pekerja, Rieke menegaskan, bahwa pasangan capres-cawapres yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI ini akan memperhatikan tiga hal utama, yaitu kerja layak, upah layak dan hidup layak.

“Bapak Jokowi sudah menandatangani Piagam Perjuangan Marsinah. Piagam yang menegaskan komitmen pasangan Jokowi-JK untuk memperhatikan nasib kaum pekerja,“ ungkap Rieke disambut aplaus perwakilan elemen serikat pekerja dan buruh.

Lebih jauh, Rieke juga mengharap kepada seluruh pekerja, baik industri maupun media, untuk bersama-sama terus berjuang dan mengawal UU Sistem dan Pengawasan Pekerja, UU Sistem Pengupahan dan Perlindungan Upah, UU Tenaga Kesehatan, UU Pekerja Rumah Tangga dan UU Perlindungan Pekerja Media.

“Karena keputusan diambil bersama-sama antara presiden, pemerintah dan DPR, kita harus terus berjuang mengawal undang-undang yang mensejahterakan kaum pekerja dan buruh,“ ajaknya. (set)