Resmi Cagub-cawagub Jatim, Ini Program Andalan Gus Ipul-Mbak Puti

SURABAYA – KPU Jawa Timur menetapkan pasangan calon (paslon) Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) telah memenuhi syarat administrasi dan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, Senin (12/2/2018).

“Batas penelitian 27 Januari lalu. Tapi kami diminta KPU RI mengumumkan penetapannya hari ini,” kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, saat rapat pleno di kantor KPU Jatim.

Selain Gus Ipul-Mbak Puti, KPU juga menetapkan Khofifah-Emil sebagai paslon. Setelah penetapan paslon, KPU masih mempunyai agenda lain, yakni pengundian nomor urut.

Pengundian nomor urut pasangan calon yang akan berkontestasi pada Pilgub Jatim 2018 tersebut rencananya akan dilaksanakan Selasa (13/2/2018) di Hotel Mercure Surabaya.

Setelah dilakukan pengundian nomor urut, kedua pasangan calon harus mempersiapkan diri untuk menjalankan kegiatan kampanye yang dimulai Kamis (15/2/2018)  hingga 23 Juni.

Kemudian 24 Juni sampai 26 Juni kedua pasangan calon memasuki masa tenang, sebelum pada 27 Juni dilaksanakan pemungutan suara.

Sementara itu, pasangan Gus Ipul – Mbak Puti sudah menyiapkan ‘senjata’ jelang Pilkada Jatim 2018. Salah satu senjatanya adalah lima program andalan untuk Jawa Timur.

Salah satu dari lima program andalan itu diberi nama, Dik Dilan, kepanjangan dari pendidikan digratiskan berkelanjutan. Selain itu, juga ada Satria Madura (satu triliun untuk Madura), Desa Cemara (desa cerdas maju sejahtera), Tebar Jala (pusat ekonomi baru jalur selatan), dan Madin Plus Berkelanjutan.

Sebenarnya ada sebanyak 33 program yang tertuang dalam janji kerja Gus Ipul-Puti jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jatim.

“Untuk menegaskan komitmen kita terhadap program tersebut sekaligus mendapat perhatian masyarakat bahwa program ini yang akan kami jalankan,” kata Gus Ipul.

Khusus program Dik Dilan, dia bertekad mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jawa Timur. Program itu bisa dilaksanakan setelah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 mengembalikan lagi kewenangan terhadap SMA/SMK negeri kepada Pemerintah Provinsi.

Melalui Dik Dilan, pihaknya akan kembali menggratiskan SMA/SMK negeri. Komitmen pendidikan tak hanya diwujudkan pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Nantinya, sekolah-sekolah swasta setingkat dengan SMA akan diberikan subsidi.

Hitungan Gus Ipul, untuk melaksanakan program itu, Pemprov Jatim mengalokasikan dana untuk membiayai seluruh operasional SMA/SMK, tanpa dibebankan ke peserta didik, dengan alokasi Rp 1,4 triliun. Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa.

“Untuk siswa dari keluarga miskin, kami akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah,” terangnya. (goek)