oleh

Realisasikan One Village One Product, Sandi Bakal Optimalkan 3 Sektor Penunjang

-Berita Terkini-14 kali dibaca

MALANG – Pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) bakal mengoptimalkan tiga sektor penunjang untuk merealisasikan program unggulan Malang Makmur, One Village One Product.

Ketiga sektor yang bakal dioptimalkan untuk memaksimalkan program One Village One Product tersebut, meliputi sektor permodalan, teknologi, dan pemasaran.

”Ya, ini nanti kita lakukan pembinaan dibidang teknologi, permodalan, dan pemasaran,” kata Sanusi di sela agenda kampanye di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Rabu (25/11/2020).

Politisi berlatar santri ini yang akrab disapa Abah Sanusi ini menjelaskan, jika pengoptimalan di sektor teknologi tersebut, bakal melibatkan peran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang ada di Kabupaten Malang. Salah satunya adalah Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Malang.

”Di bidang teknologi nanti mereka akan dilatih oleh Disperindag untuk wirausahanya. Dalam hal ini pengolahan produknya melalui teknologi,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan, cabup yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum ini juga bakal menginstruksikan Disperindag Kabupaten Malang untuk membantu sektor pemasaran produk yang dihasilkan dari program One Village One Product tersebut.

”Di bidang pemasaran, Disperindag juga akan mempromosikan produk lokal itu. Sehingga nanti bisa dikenal dan dipasarkan diseluruh wilayah Indonesia,” ungkap politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini.

Terakhir, pada sektor permodalan, jika kembali diamanahi memimpin Kabupaten Malang, Abah Sanusi mengaku bakal berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, untuk membantu penyediaan modal para penggiat program One Village One Product, yang dicanangkan paslon SanDi tersebut.

”Di bidang permodalan, nanti Dinas Koperasi akan bekerja sama dengan beberapa pihak perbankan, untuk menyalurkan kredit yang murah. Bahkan kita juga akan upayakan agar ada kredit modal usaha tanpa bunga,” tukasnya.

Sementara itu, saat mengunjungi Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, sebelumnya, Abah Sanusi mendapat kado istimewa dari para perajin batik berupa batik bergambar dirinya. Wajahnya seketika sumringah saat menerima hadiah dari para perajin batik Desa Kalirejo tersebut.

Dalam kesempatan itu, Abah Sanusi menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan para perajin batik tulis. “Untuk di Lawang ini banyak potensinya. Salah satunya adalah perajin batik yang banyak menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Saat berinteraksi dengan para perajin batik, ada usulan Perda Batik untuk melindungi potensi batik Kabupaten Malang. “Untuk Perda Batik tentunya masih bertahap. Apabila pasangan Sandi 9 Desember nanti jadi, kami segerakan realisasi Perda Batik tersebut,” katanya. (goek)

rekening gotong royong