Ratusan Kader Kota Kediri Iringi Pendaftaran PDIP ke KPU

KEDIRI – Sekitar 150 kader PDI Perjuangan berbondong-bondong dengan menaiki kendaraan roda dua dan empat menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, kemarin. Kedatangan mereka untuk menyerahkan berkas sebagai partai peserta pemilu legislatif 2019.

Dengan membawa sejumlah berkas, Ketua DPC PDI Perjuangan Agus Sunoto didampingi sekretaris dan bendaharanya masuk ke salah satu ruang di kantor KPU. Sementara para kader dan simpatisan menunggu di luar.

Agus Sunoto mengatakan hari ini PDI Perjuangan di seluruh Indonesia melakukan pendaftaran secara serentak. Di Kediri DPC PDI Perjuangan​ dalam pendaftaran menyerahkan nama anggota sebanyak 488 nama dari 3 kecamatan.

“Sebenarnya kita setor 500 nama karena ternyata ada anggota kami yang telah meninggal dan tidak ada KTP-nya, jadi jumlah tinggal 488, ini untuk PDIP ini serentak pendaftarannya, ” katanya.

Disinggung terkait target perolehan kursi dalam pileg 2019 mendatang, pria yang akrab disapa Gus Sunoto ini menginginkan dapat kursi sebanyak-banyaknya.

“Yang terpenting semua bekerja, gotong royong dan kompak, kita pasti menang dan mendapatkan kursi yang banyak,” ujarnya.

Sementara itu, hari ke sembilan sejak dibukanya pendaftaran peserta Pemilu 2019 di KPUD Kota Kediri, baru empat Partai Politik di Kota Kediri yang mendaftarkan diri.

Padahal sesuai schedule, pendaftaran akan ditutup hingga tanggal 16 Oktober dan masih ada 10 partai yang belum mendaftar.

Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik mengatakan, hingga saat ini ada beberapa partai yang mulai mendaftar kan diri sebagai peserta pemilu, baik partai baru maupun partai yang telah ada di Kota Kediri ini.

Di antaranya PSI, Perindo dan yang hari ini mendaftar adalah PAN serta PDI Perjuangan. “Untuk persyaratan yang dibawa adalah nama anggota yang dilampiri dengan salinan kartu anggota partai dan salinan KTP Elektronik,” kata Agus Rofik.

Lebih lanjut, untuk verifikasi Parpol yang telah mendaftar diri ada dua tahap verifikasi, yakni verifikasi dengan penelitian administrasi dan verifikasi faktual, dimana verifikasi faktual dilakukan secara acak nama sejumlah anggota yang disetorkan ke KPU pada saat pendaftaran.

“Kita mengambil sampling 10 persen dari nama anggota yang disetorkan, dan sampling ini dilakukan secara acak,” tandasnya. (rif)