Rampak Sarinah Gerakkan Ibu-ibu Tulungagung Hijaukan Lingkungan dengan Urban Farming

TULUNGAGUNG – Setelah mempraktekkan pelatihan hidroponik sayuran di bulan Juli 2018 dan telah panen, beberapa anggota Rampak Sarinah menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka ke para ibu di kelurahan-kelurahan se Kecamatan Kota Tulungagung.

Pada Hari Minggu (21/10/18) bertempat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Kanti Rahayu mengundang 80 ibu-ibu berasal dari 14 kelurahan di Kecamatan Kota Tulungagung.

Pelatihan tersebut merupakan kerjasama ketiga antara Rampak Sarinah dengan Koperasi Tani Hidroponik Tulungagung. Kegiatan diadakan sebagai respon terhadap permintaan dari para ibu aktivis desa yaitu anggota PKK, Muslimat, Posyandu, Pendamping Kesehatan dan lain-lain.

Kegiatan ini berlangsung karena mendapat dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Kediri yang mempunyai program ketahanan pangan untuk mengendalikan inflasi daerah.

Eva Sundari, anggota Komisi XI yang membuka acara kegiatan tersebut mengaku gembira bahwa gagasannya berupa adanya gerakan penghijauan di Kota Tulungagung  yang dimotori para ibu mulai menunjukkan wujudnya.

“Dengan pelatihan ini, para Ibu memberdayakan diri dengan cara yang banyak memberikan manfaat yaitu untuk pribadi, keluarga, lingkungan desa sekaligus ikut mengatasi pemanasan global,” kata Eva, kemarin.

Dia menyebut, pertanian perkotaan atau urban farming ini sudah menjadi opsi solusi ketahanan pangan keluarga dan peluang bisnis bagi ibu-ibu RT.

Legislator DPR RI dari dapil 6 Jawa Timur ini pun berharap ada respon positif dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung atas inisiatif para ibu tersebut. Misalnya dengan memberikan insentif berupa penyediaan bibit-bibit sayur bagi para ibu tersebut.

“Saya berharap Koperasi Hidroponik yang ada bisa sekaligus berfungsi sebagai pusat studi dan pendidikan hidroponik sayur-sayuran sehingga bisa sekaligus berfungsi untuk Edu Wisata di Tulungagung,” harap Eva.

Kanti Rahayu, anggota Sarinah Tulungagung yang bertindak sebagai ketua panitia mengatakan, saat ini ada 240 an ibu-ibu di Tulungagung yang sedang praktek di rumah masing-masing. “Semoga mereka menularkannya ke ibu-ibu di lingkungan masing-masing,” ujar Kanti.

Wahyudi, dari Koperasi Tani Hidroponik mempunyai optimisme besar bahwa Tulungagung akan dapat menjadi pusat sayur hidroponik di Jatim.

“Para aktivis sudah tersebar di seluruh kelurahan kota. Semoga mereka bisa melahirkan kampung-kampung sayur di setiap kelurahan,” katanya. (guh)