Rampak Sarinah Blitar dan Kediri Memulai Gerakan Menabung Air

BLITAR – Pelatihan di Kampung Glintung Malang menyadarkan para ibu anggota Rampak Sarinah Blitar dan Kediri bahwa Indonesia perlu Gerakan Menabung Air demi menjaga debit air di dalam tanah.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia berpotensi mengalami krisis air bersih karena tidak melakukan konservasi air tanah yang hanya berkomposisi 3% akibat semua air dialirkan ke laut.

Bambang Irianto, Ketua RW sekaligus pemenang Kalpataru kategori pembina tahun 2018 ini menunjukkan bahwa menabung air adalah perintah Tuhan.

Di dalam Surat Al Mu’minun ayat 18 Allah SWT bersabda: “Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.”

“Saya sudah riset, perintah Tuhan ini konsisten di semua agama termasuk di kepercayaan yang dipratekkan oleh para leluhur,” kata Bambang Irianto.

Di Kampung Glintung, gerakan menabung air yang dimulai tahun 2012 dalam bentuk pembuatan biopori, bukan saja berhasil menghalau banjir tetapi udara menjadi sejuk, permukaan air sumur naik termasuk munculnya sumber air baru di tahun ke 4.

Kesejukan juga disumbang oleh sayur dan tanaman hias yang ditanam secara vertikal di dinding, polibag, hidroponik, sky garden atau di pot-pot dari botol dan barang-barang bekas lainnya.

Eva Sundari, anggota DPR Komisi XI mengatakan, memang tidak masuk akal Gerakan Penghijauan tanpa Gerakan konservasi air. “Perlu komitmen politik secara nasional untuk memulainya sekarang juga,” ujarnya, kemarin.

Selanjutnya, ia mengajak Rampak Sarinah untuk ikut bergabung dalam gerakan keduanya secara simultan. “Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Kita buat biopori-biopori dan bertanam di halaman rumah kita masing-masing, kemudian mengajak kawan-kawan se RW,” ajak Eva.

Di akhir pelatihan (26/8/2018), peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) berbasis kecamatan dengan memasukkan komitmen membuat biopori yang juga sumber pupuk kompos sekaligus memulai menanam sayur-sayuran di halaman rumah masing-masing.

Eva Sundari berjanji akan memberikan insentif bagi kelompok yang kinerjanya paling menonjol dengan studi banding ke kampung binaan Glintung lainnya di Jawa Timur. (guh)