Rampak Sarinah Belajar Gerakan Transformasi Kampung di Glintung Malang

MALANG – Pemenang Kalpataru Kategori Pembina 2018 Ir Bambang Irianto, telah membuktikan bahwa gotong royong menjadi kunci transformasi kawasan Kampung Glintung Kota Malang dari kampung kumuh menjadi kampung pemenang inovasi dunia tahun 2017 di Guanzhou China.

Hal ini mendorong anggota DPR RI Eva Sundari mengajak anggota Rampak Sarinah dan pemuda dari beberapa kecamatan dari Kabupaten Kediri dan Blitar untuk belajar pengembangan kampung yang ramah lingkungan.

Pembelajaran yang dimulai hari Senin kemarin dan akan berakhir pada Rabu (26/9/2018) itu diikuti 120 peserta.

Bambang Irianto mengatakan, kunci keberhasilan Gerakan Menanam di Kampung Glintung ada di tangan para perempuan. “Jadi Rampak Sarinah pasti bisa menjadi pelopor gerakan menanam di kampung masing-masing,” kata Bambang, memberi motivasi.

Dia juga mengingatkan bahwa motivasi utama gerakan transformasi kampung harus demi memuliakan martabat kemanusiaan manusia. Bukan untuk memenangkan lomba-lomba.

“Saya tidak rela warga saya mati karena penyakit menular, kriminalitas, kelaparan atau dicekik rentenir dengan bunga 30 persen per bulan. Itulah yang mendorong saya untuk menggerakkan perubahan dalam posisi saya sebagai Ketua RW 23 yang kumuh,” ucap Bambang Irianto dengan suara berat.

Eva Sundari yang juga menjadi peserta memberikan sambutan pada pembukaan. Menruutnya, untuk melakukan transformasi perlu kombinasi antara pengetahuan, afeksi dan aksi.

“Kita harus membuka pikiran, hati dan kemauan. Glintung adalah laboratorium alam yang tepat untuk belajar,” ujarnya.

Legislator yang juga Sekretaris Badiklat DPP PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi metode pelatihan yang bisa meyakinkan peserta bahwa transformasi kampung adalah ide sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Bahkan bisa dimulai saat ini juga.

Kegiatan yang didukung oleh BNI Berbagi tersebut semakin membuat semangat peserta saat narasumber dari BNI Kantor Wilayah Malang menjelaskan tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sumber pendanaan lainnya.

Eko Indyartono dari BNI berjanji, pihaknya siap mendukung inisiatif-inisiatif dari para ibu Rampak Sarinah yang mau mengembangkan bisnis hidroponik.

“Tapi syaratnya adalah bisnis tersebut sudah berjalan sedikitnya 6 bulan, apalagi jika pembelinya sudah bisa dipastikan,” kata Eko. (guh)