Rakyat Mengapresiasi Kerja Politik PDI Perjuangan

JAKARTA – Jajaran pimpinan PDI Perjuangan tak mau gede rasa atas unggulnya Partai ini di provinsi-provinsi besar, sesuai survei LSI Denny JA.

Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, pihaknya menilai sebagai hal yang wajar. Selama 15 tahun terakhir ini, sebut Hendrawan, PDIP terus melakukan konsolidasi dan koordinasi secara teratur.

“Kalendar kegiatan partai dan aktivasi fungsi-fungsi partai, dari kaderisasi sampai tata kelola organisasi, dijalankan,” kata Hendrawan, kemarin.

Bahkan, lanjutnya,
PDIP mendapat sertifikat dari International Organization for Standardization (ISO) untuk tata kelola internal.

Dia menegaskan PDIP terus membangun konsistensi pelaksanaan peraturan partai. Ada Pusat Analisis dan Pengendali Situasi (Situation Room).

“Disiplin dibangun bersamaan dengan keleluasaan arus bawah berkreasi. Demokrasi terpimpin dijalankan dengan pemberian ruang ekspresi aspirasi,” jelas dia.

Hendrawan menambahkan, kader-kader Partai terus diingatkan untuk menjaga dan menegakkan ideal-ideal kehidupan berbangsa. Tiga jati diri partai, kebangsaan-kerakyatan-keadilan, harus menjadi ideologi yang hidup (working ideology).

“Dan rakyat nampaknya mengapresiasi kerja-kerja politik kami,” ujar anggota DPR RI itu.

Dia menegaskan, PDIP tetap akan bekerja serius meski dari hasil survei sudah unggul di mayoritas provinsi besar. Pihaknya memastikan hasil survei LSI Denny JA maupun lembaga survei lain tak membuat PDIP jemawa.

“Kami ingatkan seluruh jajaran partai untuk tidak ge-er, terlena, dengan berbagai hasil survei. Itu justru harus dijadikan injeksi vitamin untuk bekerja lebih keras. Bekerja untuk menghadirkan wajah partai yang melayani dan produktif-egaliter,” tegas Hendrawan.

Survei LSI Denny JA ini digelar pada 4-14 Oktober 2018. Survei setiap provinsi menggunakan 600 responden.

Margin of error setiap provinsi sebesar 4,1 %. Total responden yang diambil dari 10 provinsi tersebut adalah 6.000 responden.

Survei juga dilengkapi penelitian kualitatif, dengan metode analisis media, diskusi kelompok terarah, dan wawancara mendalam. Biaya survei ditanggung LSI Denny JA.

Survei digelar di 10 provinsi terbesar, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan. PDIP jadi juara atau menang paling banyak, yakni di 5 provinsi, yakni Sumut, Sumsel, Lampung, DKI, dan Jateng. (goek)