Raffi Ahmad Sambangi Ma’ruf Amin

JAKARTA – Presenter dan artis peran Raffi Ahmad menyambangi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin, di kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/12/2018). Kedatangan Raffi untuk mengantar temannya yang hendak melamar putri Ma’ruf.

“Hari ini bersilaturahim ke Abah (Ma’ruf). Karena sahabat saya dari lama hampir 10 tahun. Hari ini hari bahagianya melamar putri Abah. Datang ke sini silahturahim. Senanglah,” kata Raffi.

Selain mengantar temannya dan berbincang dengan Ma’ruf, Raffi juga sempat memakai baju berlogo “Ma’ruf” yang kerap dipakai relawan serta pendukung pendamping Joko Widodo itu. Ia juga sempat membuat video blog (vlog) bersama Ma’ruf.

Menurut Raffi, Ma’ruf merupakan sosok yang ramah dan berjiwa muda meskipun usianya tak muda lagi.

“Tadi juga ngobrol sedikit, bawa kamera vlog. Ternyata Abah ini jiwanya muda sekali. Banyak obrolan santai. Kalau anak muda ngelihat ini, ternyata jiwa muda sekali. Suka bola. Tadi pertanyaan-pertanyaan ringan buat YouTube saya,” ujar Raffi.

Saat ditanya apakah dirinya akan menggalang dukungan agar Ma’ruf terpilih di Pilpres 2019, Raffi tak menjawab secara tegas. “Nanti ada waktunya. Tenang aja,” ujar Raffi.

Sementara itu Ma’ruf yang menerima kedatangan Raffi mengaku senang bisa mendengar berbagai aspirasi dari Raffi yang mewakili kaum muda. Menurut dia, dengan mengenakan baju berlogo dirinya, Raffi sudah menunjukkan dukungan.

“Tadi pakai baju (berlogo) KMA (Kiai Ma’ruf Amin) juga. Pakai sorban KMA juga. Jadi saya anggap itu sudah masuk KMA. Apalagi followers-nya banyak sekali,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf menambahkan, suara kaum milenial di Pilpres 2019 sangat menentukan. Meski demikian, ia mengatakan tak ingin memanfaatkan kaum muda hanya untuk memilihnya di Pilpres 2019.

Menurut Ma’ruf, kaum muda harus diakomodasi aspirasinya karena dari situ akan diperoleh sudut pandang baru dalam mengelola negara. “Saya senang ketemu anak muda kreatif. Saya bilang, bahwa kami itu tidak ingin menjadikan anak muda itu sekadar untuk mencoblos, bukan hanya itu. Tapi mendengar aspirasi dan pandangannya. Karena pandangan orang muda itu, juga masa depan bangsa ini,” lanjut Ma’ruf. (kompas)