Puti Guntur Jadi Caleg DPR dari Dapil 1 Jatim

JAKARTA – PDI Perjuangan mendaftarkan Puti Guntur Soekarno sebagai calon anggota legislatif atau caleg DPR RI. Cucu Bung Karno itu didaftarkan sebagai caleg PDIP untuk daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Puti ditempatkan pada nomor dua di bawah nama Bambang DH, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan.

Keberadaan Puti di dapil itu menggeser Guruh Soekarno Putra, anggota DPR dari kedua daerah tersebut. Guruh kini dipindahkan ke dapil Blitar.

“Dalam peraturan partai kami, yang nomor satu (sebagai caleg) adalah DPP. Pak Bambang satu, Mbak Puti dua,” jelas Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, kemarin.

Pada Pemilu 2014, Guruh memperoleh suara yang signifikan di dapil Jatim I. Ia mendapat 84.753 suara dan berada di nomor urut dua dari perolehan seluruh caleg DPR RI di dapil itu.

Menurut Hasto, nama Guruh juga cukup populer di dapil barunya. “Mas Guruh sangat dikenal di Blitar. Ini berkaitan dengan strategi komunikasi politik dan penempatan kader Partai,” kata Hasto.

Sebelumnya, saat menyerahkan berkas pencalonan bacaleg DPRD Jatim di kantor KPU Jatim  pada Selasa 17 Juli 2018 lalu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi mengatakan, pihaknya sangat berharap Puti Guntur dicalonkan melalui dapil Jawa Timur.

Menurutnya, jika Puti ditugaskan sebagai caleg DPR di dapil Jawa Timur, hal itu akan menjadi momen membayar rasa bersalah atas gagalnya Puti di ajang Pilgub Jatim 2018.

“Dengan begitu, mungkin kami sedikit bisa membayar rasa bersalah dengan menjadikan beliau DPR RI dari dapil Jawa Timur. Kami sangat berharap,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, terkait pencalonan juru bicara (jubir) Presiden, Johan Budi SP sebagai anggota legislatif DPR melalui dapil Jatim, Kusnadi mengatakan pendaftaran Johan Budi menjadi caleg melalui PDIP merupakan kabar baik bagi DPD PDIP Jatim.

Menurutnya, Johan dicalonkan melalui dapil Jatim 7 karena memang berasal dari Jatim. “Johan kan dari Mojokerto,” jelasnya.

Dapil Jatim 7 sendiri mencakup wilayah mataraman yaitu Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek.

Pihaknya percaya keluarga Johan mayoritas masih berada di Jatim akan membantu PDIP untuk meraup suara dalam Pileg 2019. “Karena pak Johan Budi lewat PDIP setidaknya keluarganya akan pilih PDIP,” harapnya. (goek)